politik-indonesia.com – Tahukah kamu? Bahwa, voice over sejatinya adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan suara latar dari sebuah video?

Melansir laman Voices, ia merupakan salah satu bidang karier yang belakangan ini mengalami peningkatan drastis.

Bahkan, sekarang ini, voice over sering digunakan pada produksi film, animasi, hingga periklanan.

Pelakunya yang disebut sebagai artis voice over atau dubber pun dibutuhkan oleh banyak perusahaan, lho!

Nah, melihat perkembangannya tersebut, apa yang sebenarnya dimaksud dengan voice over? Lalu, untuk apa saja voice over digunakan?

Tenang saja, Glints sudah rangkum serba-serbinya khusus untukmu. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini.

Apa Itu Voice Over?

© Freepik.com

Menurut penjelasan Studio Binder, voice over atau VO, adalah teknik produksi di mana suara direkam untuk penggunaan di luar layar.

Ini biasanya dikaitkan dengan film atau serial TV, tetapi, voice over kini juga biasa digunakan dalam media audiovisual lainnya seperti dokumenter, buku audio, atau pesan telepon otomatis.

Kamu pasti pernah menemukan contoh voice over, bahkan mungkin tanpa menyadarinya saat sedang menonton televisi atau mendengar radio.

Intinya, setiap kali kamu mendengar suara di luar layar, kamu sedang mendengar rekaman narasi seorang artis voice over.

Jenis-jenis voice over sendiri termasuk narator dalam film dokumenter, iklan radio, suara kartun, hingga suara petunjuk pada layanan GPS kesukaanmu.

Nah, dikarenakan cukup sulit untuk dieksekusi, voice over adalah sebuah aspek yang kerap dianggap sebagai seni.

Tak sembarang orang bisa melakukannya. Bahkan, kamu membutuhkan skill dan jam terbang yang panjang agar bisa menjadi seorang pengisi suara profesional.

Fungsi Voice Over

© Pixabay

Seperti yang sudah Glints paparkan, fungsi spesifik dari rekaman voice over ini adalah sebuah hal yang cukup variatif dan umumnya bergantung pada jenis video yang menyertainya.

Dalam info komersial, iklan, dan video promosi, kegunaan voice over tak lain untuk memberikan informasi tambahan tentang suatu produk atau layanan.

Acara-acara televisi dan film-film sering mempekerjakan pekerja di bidang tersebut untuk menceritakan elemen-elemen plot yang penting.

Sementara itu, film dokumenter dan siaran berita dapat menggunakan voice over untuk menambahkan komentar dan konteks pada video dan gambar.

Selain itu, voice over juga sering digunakan untuk mengisi suara dialog pada film atau serial animasi. Pengisian suara ini digunakan untuk memperkuat karakter tokoh di dalam animasi.

Selain digunakan di dunia hiburan, voice over juga digunakan untuk jurnalistik. Biasanya, pengisian suara ini digunakan untuk memberi penjelasan dari berita yang ditayangkan.

Tugas Voice Over Artist

© Pexels.com

1. Membacakan naskah

Menurut 90seconds, voice over artist akan diminta untuk membaca naskah dengan keras untuk membuat rekaman.

Isi rekaman ini ditujukan untuk memberi informasi tambahan kepada penonton video yang tidak terungkap melalui pengambilan gambar visual.

Selain itu, tugas voice over artist adalah untuk membawa kehidupan dan emosi pada naskah sambil tetap mempertahankan sikap dan nada yang benar dan dapat dipercaya oleh pendengar.

2. Menyampaikan pesan

Setiap proyek pengisian latar suara akan memiliki pesan yang berbeda tergantung pada tujuan video yang menyertainya.

Misalnya, narasi voice over untuk pengumuman layanan publik perlu meninggalkan kesan emosional pada audiens.

Sementara itu, pesan pada iklan mungkin lebih menjelaskan tentang produk yang diiklankan.

Dalam setiap kasus, voice over perlu memutuskan bagaimana menyampaikan pesan video melalui nada dan sikap narasi mereka.

3. Menyusun suara

Bergantung pada peran narasi dalam suatu produksi, voice over artist dapat diminta untuk membuat suara khusus ketika membaca naskah.

Untuk pekerjaan komersial, suara yang unik ini dapat membantu branding produk atau layanan yang diiklankan.

Sementara, untuk karya fiksi seperti film, hal ini diperlukan untuk penciptaan jenis karakter dan suara tertentu.

Oleh karena itu, menentukan intonasi suara untuk berbagai jenis produksi adalah hal yang harus dilakukan oleh seorang voice over artist.

4. Membuat berbagai versi voice over

Produksi video tertentu akan mengharuskan voice over artist merekam beberapa versi skrip yang berbeda.

Dalam variasi ini, voice over artist dapat diminta untuk membaca naskah dengan nada suara yang berbeda atau menekankan kata atau kalimat khusus.

Tujuan membuat versi alternatif adalah untuk memungkinkan editor video memilih narasi voice over yang paling sesuai dengan tujuan video.

Skill yang Dibutuhkan untuk Menjadi Voice Over Artist

© Pixabay

Untuk menjadi seorang voice over artist yang baik, kamu harus memiliki kemampuan berbicara yang baik.

Selain itu, diperlukan pula kemampuan untuk membaca naskah dengan nada, emosi, intonasi, dan pengucapan yang tepat.

Secara khusus, empat skill ini adalah keahlian yang harus kamu miliki jika kamu ingin menjadi voice over artist.

1. Memiliki pelafalan yang jelas

Skill pertama yang kamu perlukan untuk meniti karier di bidang voice over adalah pelafalan yang mumpuni.

Bagi kamu yang belum tahu, pelafalan mengacu pada kemampuan untuk mengucapkan kata-kata dengan jelas dan lugas.

Intinya, sebuah pelafalan akan dicap baik apabila kamu bisa mengucapkan kalimat tanpa berbelit.

Nah, hal ini sangat penting dan sering dijadikan kriteria utama untuk seorang artis voice over.

Maka dari itu, pastikan dulu bahwa kemampuan pelafalanmu sudah cakap sebelum mendaftarkan diri sebagai dubber.

2. Memahami tempo ketika berbicara

Skill kedua yang harus kamu miliki sebagai voice over artist adalah memahami tempo ketika berbicara. Berbicara terlalu cepat akan membuat pendengar kesulitan memahami apa yang disampaikan.

Untuk itu, kamu harus memahami seberapa cepat atau seberapa lambat sebaiknya kamu dalam menyampaikan naskah voice over.

Umumnya, kecepatan bicara orang di posisi ini berkisar antara 140 hingga 160 kata per menit.

3. Memiliki intonasi dan penekanan yang tepat

Skill selanjutnya yang harus kamu miliki untuk menjadi seorang voice over artist adalah memiliki intonasi dan penekanan yang tepat ketika menyampaikan pesan.

Intonasi adalah elemen yang sederhana, tetapi vital. Ia tidak hanya penting dalam duni pengisian latar suara, akan tetapi juga dalam segala bentuk komunikasi verbal lainnya.

4. Mampu melakukan karakterisasi suara

Seorang voice over artist idealnya harus memahami karakterisasi suara. Hal ini dikarenakan pengisian latar suara tidak jauh berbeda dengan akting.

Hal ini membuatmu harus bisa menyampaikan pesan dari naskah agar bisa disuarakan dengan lebih hidup.

Nah, itu dia serba-serbi voice over mulai dari definisi hingga kualifikasinya yang sudah Glints rangkum khusus untuk kamu.

Bagaimana? Apakah kamu tertarik untuk mendalami karier di bidang ini? Bila ya, kamu bisa segera kunjungi Glints.

Di sana, tersedia banyak peluang karier voice over yang sedang menanti lamaranmu, lho.

Yuk, cek lowongannya dan lamar pekerjaan impianmu di Glints sekarang. Gratis!

Sumber

    The Data Behind Growing a Voice Acting Career

    What is a Voice Over Talent?

    What is Voice Over? Definition and Examples in Film

glints.com.