politik-indonesia.com – JAKARTA – Tingginya minat kendaraan di segmen SUV membuat sejumlah pabrikan akhirnya melakukan fokus yang lebih intens pada model ini. Bahkan yang tidak disangka-sangka, Volkswagen (VW) Indonesia berani ikut meramaikan pasar SUV (sport utility vehicle) kompak lewat VW T-Cross yang diklaim sebagai “Baby Tiguan”. Sebenarnya kami juga sudah cukup sering membututi sosok VW T-Cross ini sejak mendarat di Tanah Air hingga akhirnya mendapatkan kesempatan langsung berkencan beberapa hari.

Tujuannya adalah ingin melihat lebih dekat dan eksplorasi dari teknologi yang ditawarkan oleh VW T-Cross untuk konsumen di Tanah Air. Pasalnya VW T-Cross yang dipasarkan di Indonesia ini merupakan varian teratas dengan dukungan fitur yang paling lengkap serta menggunakan mesin turbo dengan kapasitas yang kecil.

Sejak peluncurannya di awal tahun 2022 ini, VW T-Cross langsung digadang-gadang sebagai versi kompak dari Tiguan yang merupakan SUV andalan pabrikan Wolfsburg. Garis-garis bodi khas Tiguan memang terlihat pada T-Cross yang dipadukan dengan sejumlah aksen chrome di bagian grille dan bumper depan yang mengelilingi lampu siang harinya atau DRL (Daylight Running Lights). Selanjutnya penggunaan velg berukuran 17 inci juga terlihat begitu pas dengan T-Cross apalagi desainnya yang cukup dinamis sekaligus menegaskan kesan sporty dan elegan dari luar.

Di sisi lain, penggunaan skid plate di bagian depan makin menebalkan kesan SUV sejati meskipun T-Cross hanyalah sebuah kendaraan berpenggerak dua roda. Desain lampu belakang yang dibungkus dengan sentuhan berkelir hitam juga membuatnya begitu menarik ditambah dengan aksen chrome yang melingkar di bagian bumper belakang. Di atas kertas, VW T-Cross memiliki dimensi panjang 4.221 mm dengan jarak sumbu roda yang mencapai 2.651 mm dan menghasilkan rekayasa ruang kabin yang luas dengan konfigurasi 5-penumpang dengan tambahan ruang bagasi.

Kesan SUV urban pada VW T-Cross ini juga langsung terasa sesaat kami memasuki ruang kabin yang menggunakan tema two tone dan penggunaan sunroof yang dioperasikan secara elektrik. Desain jok baris depannya tampil dengan konsep semi bucket yang membuat posisi duduk makin nyaman, meskipun pengaturannya masih manual menggunakan tuas bermaterial plastik.

Sayangnya sejumlah material plastik masih terlihat mendominasi di bagian dashboard dan doortrim dengan kelir hitam. Namun lingkar kemudi yang lengkap dengan tombol pengaturan fitur sudah dibungkus dengan material kulit yang nyaman untuk digenggam.

Posisi duduk yang ditawarkan oleh VW T-Cross ini terbilang commanding sesuai dengan konsep SUV, sehingga visibilitas pengendara juga terasa begitu maksimal melihat kondisi di sekitar mobil. Seluruh pengaturan layanan hiburannya pun juga sudah menggunakan model touchscreen dan tidak ditemukan satu pun perangkat keras.

Pada urusan fitur mungkin kita mulai dari sajian layar hiburan berukuran 10-inci yang memiliki kualitas HD dan cukup responsif untuk dioperasikan. Suguhan menunya pun cukup lengkap, mulai dari radio, pemutar musik hingga layanan Apple CarPlay dan Android Auto secara nirkabel. Sehingga kami bisa merfleksikan menu dari smartphone ke layar hiburan tersebut dengan mudah.

Kami juga memuji tampilan full digital pada layar cluster meter yang menampilkan informasi kendaraan mulai dari speedometer, status kendaraan hingga jarak tempuh secara atraktif. Kami juga bisa memilih informasi apa saja yang ingin ditampilkan lewat tombol pengaturan di lingkar kemudinya. Fitur yang tidak kalah menarik dan saya rasa belum tersedia di SUV sekelasnya ialah sistem pendingin jok yang tersedia untuk baris pertama.Pasalnya peranti ini akan sangat berguna untuk kendaraan yang dikendarai di negara tropis seperti Indonesia, sehingga bisa meningkatkan kenyamanan di dalam kabin lebih maksimal.

Salah satu hal yang paling menarik dan sangat membuat saya senang berada di balik kemudi VW T-Cross adalah performanya yang bersumber dari mesin 3-silinder 1.0 liter Turbocharged TSI. Respons mesinnya terbilang agresif di setiap putaran, bahkan sesaat menggeser tuas transmisi ke posisi D dan melepas pedal rem, seketika kendaraan langsung meluncur tanpa dorongan dari pedal akselerator. Kami menduga, suntikan turbo pada mesin VW T-Cross adalah sumber utama yang membuat tenaganya begitu responsif.

Kami sempat memboyongnya ke berbagai kondisi jalan, mulai dari perkotaan hingga jalur tol untuk merasakan performa mesinnya di putaran atas. Jujur saja, tenaga sebesar 113 hp dan torsi puncak yang mencapai 178 Nm ini tersaji dengan sempurna baik pada putaran bawah maupun saat berakselerasi hingga ke kecepatan 100 km/jam. Selain itu, tidak sulit juga mengendalikan VW T-Cross untuk bermanuver di jalan bebas hambatan bukan hanya posturnya yang kompak tetapi juga dukungan fitur ESP (Electronic Stabilization Program) juga turut memberikan pengaruh besar.

Di samping itu kami juga memuji kerja dari sistem suspensi pada VW T-Cross ini yang menggunakan MacPherson Strut untuk bagian depan dan Semi-Independent untuk bagian belakang. Settingannya mungkin akan terasa keras saat berada di kecepatan rendah atau kondisi jalan yang kurang bagus. Namun saat membawanya berlari di kecepatan tinggi, suspensinya sukses mereduksi gejala limbung dan membuat pengendara merasa lebih percaya diri untuk memacunya.

Sementara itu untuk memberikan pengendaraan yang lebih dinamis kami juga disajikan dengan mode Sport lengkap dengan tuas paddle shift di belakang kemudinya. Putaran mesin terasa lebih galak ditambah dengan perpindahan transmisi otomatis 6-percepatan yang bergerak lebih cepat membuat VW T-Cross begitu asik untuk dikendarai. Pada kondisi yang lebih santai, kami juga mencoba fitur Cruise Control yang bisa dioperasikan melalui tombol di lingkar kemudi.

Tersedia pula dukungan fitur lain seperti Multi Collision Brake yang membuat sistem pengereman jauh lebih smooth dan komunikatif saat berada di berbagai kondisi jalan. VW T-Cross yang didesain untuk melahap medan semi terjal juga sudah dilengkapi dengan peranti Hill Hold Control dan Park Distance Control with Rear View Camera yang ditampilkan pada layar hiburan berukuran 10 inci.

Selain itu, VW T-Cross juga didukung dengan peranti keselamatan standar seperti 6 Airbags System, Rain & Light Sensor, 3-point seat belt with Belt Tensioner dan Type Presure Monitoring System yang terlihat di layar cluster di dalam kabin.

VW T-Cross punya kelebihan pada pengendaraan yang stabil serta performa mesin yang memanjakkan konsumen yang suka berada di balik kemudi. Selain itu, VW sukses mentransfer apa yang disebut sebagai Baby Tiguan ke T-Cross, yakni ruang kabin yang lega serta kapasitas bagasi yang tak kalah luas. Secara umum, VW T-Cross punya bekal yang cukup untuk bersaing dengan sejumlah SUV kawakan yang sekelas di Tanah Air seperti pabrikan Jepang dan Korea.

Meskipun salah satu PR dari VW T-Cross adalah menyempurnakan sajian fitur keselamatan yang terbilang minim dan mungkin masih standar. Pasalnya di kelas SUV kompak yang ada di Indonesia, fitur keselamatan semi otonom dengan menggunakan kamera dan radar merupakan fitur standar.

Terakhir, harga yang dibanderol untuk VW T-Cross tembus hingga Rp 400 juta lebih dan hanya mendapatkan menu fitur yang seadanya. Kami menduga, VW saat ini sedang “tes ombak” lewat T-Cross dan membaca langsung apa saja yang diinginkan oleh konsumen Tanah Air dari sebuah SUV kompak di samping soal kapasitas dan kenyamanan kabin.(ALVANDO NOYA / WH)