politik-indonesia.com – Ada banyak tipe kepribadian yang kamu temui di dunia kerja. Salah satunya adalah rekan kerja yang pasif agresif.

Menghadapi rekan kerja yang memiliki perilaku seperti ini tidaklah mudah. Mereka dikenal sebagai pribadi yang plin plan dan sulit mengambil keputusan.

Perilaku ini dapat menghambat produktivitas timmu. Lalu, bagaimana cara menghadapinya? Simak selengkapnya dalam artikel berikut.

Mengenali Rekan Kerja yang Pasif Agresif

© Freepik.com

Orang dengan kepribadian pasif-agresif mengekspresikan perasaan negatif mereka secara halus melalui tindakan mereka alih-alih menanganinya secara langsung.

Kepribadian pasif-agresif bersifat implisit atau tidak langsung. Sehingga, hal ini sulit dikenali, bahkan ketika kamu merasakan konsekuensi psikologisnya.

Berikut beberapa ciri-ciri seseorang memiliki perilaku pasif agresif menurut Psychology Today.

1. Perlakuan diam (the silent treatment)

Silent treatment adalah perilaku standar dari kepribadian pasif agresif. Perilaku ini terdiri dari sepenuhnya mengabaikan orang lain, menolak menjawab pertanyaan dari orang tersebut, dan hingga menolak untuk mengakui kehadiran mereka.

Jenis perlakuan ini sangat eksplisit. Tetapi ada cara yang lebih halus yang bisa membuat rekan kerja berperilaku pasif agresif dengan silent treatment ini.

Misalnya, dia mungkin terlihat “secara sengaja” tidak mengenalimu di lorong kantor. Hanya saja, karena terjadi secara acak membuatmu kesulitan mengetahui apakah itu disengaja atau tidak disengaja.

Hal yang sama dapat terjadi dalam rapat atau selama interaksi lainnya. Rekan kerjamu mungkin dengan sengaja mengabaikan komentarmu, namun melakukannya secara tidak konsisten.

Sehingga, kamu tidak dapat benar-benar mengetahui apakah itu disengaja atau tidak.

2. Penghinaan halus (subtle insult)

Sebuah penghinaan halus dapat berupa referensi tersembunyi atau semi-tersembunyi ke titik terlemahmu.

Katakanlah seorang rekan kerja memperoleh gelarnya dari universitas unggulan sementara kamu menerima gelar dari universitas swasta.

Jika rekan kerjamu sering membuat komentar yang tidak relevan tentang tempatmu mendapatkan gelar dan menyiratkan bahwa itu bukan sekolah yang bagus, kemungkinan besar itu adalah penghinaan yang halus.

Kamu juga harus berhat-hati terhadap komentar seperti ini. Komentar ini dapat berpotensi menjadi tindakan diskriminasi jika tidak segera kamu atasi.

3. Perilaku cemberut

Orang yang menunjukkan perilaku cemberut mungkin secara halus mengeluh tentang segala sesuatu di sekitar mereka.

Ini membuat semua orang di tempat kerja merasa tidak nyaman dan sedih tanpa benar-benar mengetahui mengapa mereka merasa seperti itu.

4. Sikap keras kepala

Sikap keras kepala dapat menjadi ciri kepribadian yang bermanfaat dalam beberapa situasi, terutama ketika mengambil sikap dan memegang posisi itu penting.

Namun terkadang sikap keras kepala hanyalah cara untuk menghukum seseorang. Terutama bagi rekan kerja yang memiliki kepribadian pasif agresif.

Rekan kerja yang keras kepala biasanya akan mempertahankan posisi atau sudut pandangnya dengan kuat.

Jadi kamu tidak bisa begitu saja mengabaikannya atas dasar kurangnya alasan.

Pada saat yang sama, jelas bahwa dia mempertahankan posisinya hanya karena dia tahu bahwa hal itu akan mengganggumu atau orang lain yang harus mendengarkannya.

5. Gagal menyelesaikan tugas yang diperlukan

Kamu mungkin memiliki kolega yang hampir selalu menemukan cara untuk menghindari tugas yang harus dia selesaikan.

Mereka menyerahkan tanggung jawab penuh kepada orang lain atau mengambil tugas dan kemudian tidak menyelesaikannya tepat waktu.

Jika ini disebabkan oleh stres yang berhubungan dengan pekerjaan, masalah di rumah, atau kepribadian yang suka menunda-nunda, mungkin ini bukan pertanda kepribadian pasif-agresif.

Tetapi jika hal ini sering terjadi dan tidak secara jelas dikaitkan dengan faktor eksternal independen, hal itu mungkin disengaja dan dihitung sebagai pertanda kepribadian agresif-pasif.

Menghadapi Rekan Kerja yang Pasif Agresif

© Freepik.com

1. Lihat situasi di luar permukaan

Ketika seorang rekan kerja memperlihatkan sikap pasif-agresif, tentukan bagaimana perilaku ini telah menguntungkan mereka di masa lalu.

Cari hasil positif tersembunyi yang memotivasi orang tersebut untuk bertindak pasif-agresif. Apa yang mereka capai dengan tidak mengekspresikan diri secara langsung?

Mereka mungkin merasa lebih unggul dengan merendahkan orang lain. Atau mungkin mereka bergosip dengan rekan kerja lain di kantor.

Di luar itu, perilaku rekan kerjamu kemungkinan besar didorong oleh rasa takut. Entah itu takut ditolak, takut ketinggalan, takut tidak cukup baik.

Mengenali motivasi mereka membantumu menempatkan perilaku mereka dalam perspektif, memberi ruang untuk sedikit empati, dan berhenti sejenak untuk memilih bagaimana kamu ingin merespons.

2. Fokus pada konten, bukan penyampaiannya

Menurut Harvard Business Review, ini mungkin hal terakhir yang ingin kamu lakukan. Akan tetapi, cobalah untuk melihat situasinya dari sudut pandang rekan kerjamu.

Apa pendapat atau perspektif mendasar yang dia coba sampaikan dengan komentar tajamnya?

Apakah menurutnya caramu menjalankan proyek tidak berhasil? Atau apakah dia tidak setuju dengan tujuan tim kamu?

Jika kamu dapat berfokus pada masalah atau pertanyaan bisnis yang mendasarinya daripada cara dia mengekspresikan dirinya, kamu dapat melanjutkan untuk mengatasi masalah yang sebenarnya.

3. Singkirkan ego dari komunikasi

Jika pekerjaanmu membutuhkan kolaborasi dengan rekan kerja yang pasif agresif, kamu mungkin perlu sedikit mengubah komunikasimu menjadi lebih asertif untuk membuatnya berjalan lancar.

Saat berada dalam percakapan langsung, hindari menggunakan kata-kata seperti “Anda” atau “milik Anda” saat diarahkan ke mereka.

Gantilah dengan pernyataan yang dimulai dengan “kami” untuk mendepersonalisasi masalah (Kami memiliki beberapa tantangan ..) atau “ketika” (Ketika ada miskomunikasi dalam tim…).

Menguasai beberapa prinsip ketegasan sederhana dapat membantu meredakan penolakan dan meningkatkan kerja sama.

Bekerja dengan seseorang yang pasif agresif memang membuat energi terkuras dan tingkat stres yang bertambah.

Semoga dengan langkah di atas, kamu bisa menghadapi rekan kerja tersebut dengan tepat.

Apakah kamu memiliki pengalaman menghadapi rekan kerja dengan perilaku seperti ini? Yuk, bagikan pengalamanmu melalui Glints Komunitas!

Glints Komunitas adalah forum tanya jawab tempat kamu bisa berdiskusi seputar dunia kerja dengan para profesional atau pengguna Glints lainnya.

Yuk, daftar sekarang dan bagikan pengalamanmu melalui Glints Komunitas!

Sumber

    How to Deal with a Passive-Aggressive Colleague

    5 Clues That You’re Dealing With Passive-Aggressive Behavior

glints.com.