politik-indonesia.com – SAMARINDA, Investor – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai melaksanakan pembangunan rumah susun (Rusun) untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Kantor Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.

Rusun yang akan dibangun ini dengan empat lantai dan memiliki 60 unit hunian dengan total biaya pembangunan sekitar Rp 20,1 miliar.

“Kami akan mendorong pembangunan rumah susun (Rusun) di seluruh wilayah Indonesia termasuk di Kaltim,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto, dalam keterangannya, Selasa (25/10/2022).

Bantuan Rusun tersebut diberikan kepada Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah sebagaimana Peraturan Menteri PUPR Nomor 01/PRT/M/2018 tentang Bantuan Pembangunan dan Pengelolaan Rusun. Selain itu juga sesuai amanah Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rusun yang menyatakan bahwa untuk memenuhi kebutuhan hunian yang layak dan terjangkau pemerintah bertanggung jawab atas pembangunan Rusun Umum, Rusun Khusus dan Rusun Negara.

“Kementerian PUPR memberikan bantuan pembangunan rusun berupa bangunan beserta prasarana, sarana dan utilitas serta perlengkapannya seperti meubelair. Jadi mereka yang tinggal bisa fokus bekerja melayani masyarakat,” ujarnya.

Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Kalimantan II Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, H. Hujurat bersama Kepala Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Kalimantan Timur, Mustofa Otfan menerangkan, pembangunan Rusun berlokasi di Jalan Ir. H. Juanda, Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kaltim. Kontraktor pelaksana adalah PT. Bangun Nusa Raya dengan Manajemen Konstruksi PT. Geomap International Consultant.

Rusun bagi ASN ini dibangun secara Multi Years Contract (MYC) pada tahun anggaran 2022, dimulai pada tanggal 9 agustus 2022 sampai tahun anggaran 2023, dengan waktu pelaksanaan selama 270 hari kalender. Dengan fasilitas dalam unit 1 ruang kamar tidur utama, 1 kamar tidur anak, 1 kamar mandi dan ada ruang tamu yang dapat menampung satu keluarga kecil serta ada dapur bersih dan kotor.

“Rusun ini dibangun satu twinblok setinggi empat lantai dengan jumlah hunian 60 unit tipe 36 serta bisa menampung sebanyak 240 ASN. Ruang lingkup kerja yang akan dilaksanakan mencakup pekerjaan pondasi, struktur beton bertulang, arsitektur, mekanikal, dan elektrikal,” jelasnya.