politik-indonesia.com – Siklus PDCA (Plan Do Check Act) adalah metode manajemen yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah dengan empat langkah secara berulang.

Biasanya, metode ini digunakan dalam pengendalian kualitas.

Akan tetapi, penggunaannya cukup beragam dan luas.

Yuk, simak segala yang perlu kamu ketahui tentang metode tersebut di artikel yang Glints susun ini!

Apa Itu Siklus Plan Do Check Act (PDCA)?

© Kanbanize.com

Siklus Plan Do Check Act (Rencanakan, Kerjakan, Cek, Tindaklanjuti) merupakan model manajemen yang dikembangkan oleh W. Edwards Deming berdasarkan cetusan Walter Shewhart untuk perbaikan proses maupun individu secara berkelanjutan.

Oleh karena itu, siklus PDCA juga dikenal sebagai siklus Deming, siklus Shewhart, atau siklus kendali.

Siklus ini cukup populer dan banyak digunakan di perusahaan manufaktur, bidang manajemen, dan lain-lain.

Sesuai namanya, PDCA adalah siklus yang terus berulang.

Model manajemen ini mampu membantu industri atau perusahaan keluar dari stagnasi.

Selain itu, siklus ini juga mampu mewujudkan sistem yang selalu berkembang menjadi lebih baik secara kualitas, efektivitas, maupun efisiensi.

Nah, untuk lebih memahami tentang hal ini, kamu perlu mengerti masing-masing fasenya.

Empat Fase Plan Do Check Act

© Freepik.com

Siklus PDCA membagi prosesnya ke dalam empat fase yang saling berhubungan antara satu sama lain, yaitu Plan, Do, Check, dan Act.

1. Plan

Plan adalah tahap perencanaan yang dimulai dengan identifikasi masalah menggunakan teknik 5W, yaitu what (apa), who (siapa), when (kapan), where (di mana), dan why (mengapa) dengan teknik root cause analysis.

Pada tahap ini, buatlah hipotesis masalah dan tujuan yang harus dicapai agar hasil yang diinginkan dapat terwujud.

Sebelum melanjutkan proses ke tahap berikutnya, pastikan tim sudah mengetahui:

    masalah utama yang perlu diselesaikan

    sumber daya yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya

    sumber daya yang tersedia saat ini

    solusi terbaik untuk perbaikan masalah dengan sumber daya tersebut

    metrik atau parameter apa yang digunakan untuk mengukur keberhasilan perbaikan

2. Do

Pada tahap siklus PDCA ini, kamu harus mulai menjalankan hal-hal yang telah direncanakan, meliputi pengujian skala kecil untuk mengukur hasil dari solusi yang sudah dirancang pada tahap pertama.

Carilah mana solusi yang paling baik dan apakah hal tersebut bisa memberikan hasil sesuai dengan tujuan yang diinginkan.

Pada fase ini, masalah yang tidak diperkirakan mungkin terjadi.

Oleh karena itu, lebih baik menjalankan rencana dengan skala kecil terlebih dahulu di lingkungan terkendali.

Agar tahap Do menjadi lebih sukses, lakukan standardisasi agar semua orang yang terlibat dalam prosesnya benar-benar tahu tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.

3. Check

Fase Check dalam siklus PDCA adalah tahap di mana pemeriksaan dilakukan.

Menurut Kanbanize, Check merupakan fase yang paling penting untuk memperbaiki rencana, menghindari kesalahan terulang, dan menjalankan semuanya dengan sukses.

Oleh karena itu, fase ini harus dilakukan dengan benar-benar teliti.

Seperti namanya, proses Check dilakukan untuk mengaudit eksekusi rencana dan melihat apakah sudah sesuai dengan rancangan awal.

Permasalahan yang terjadi pada fase Do akan dievaluasi di tahap ini dan harus berhasil dieliminasi.

Proses Do dan Check bisa dilakukan berulang-ulang hingga hasilnya sesempurna mungkin.

4. Act

Dalam tahap ini, seluruh aspek proses telah diperbaiki berdasarkan evaluasi dari fase Do dan Check yang mengidentifikasi masalah dalam implementasi rencana.

Fase Act merupakan yang terakhir dari siklus PDCA. Akan tetapi, seluruh prosesnya akan berulang lagi secara berkelanjutan.

Setelah tahap ini, model PDCA yang telah dikembangkan akan menjadi standar baru proses perusahaan.

Ketika prosesnya berulang, cobalah untuk selalu melakukan perbaikan.

Setelah mulai melakukan implementasi PDCA, pastikan kamu berkomitmen untuk melakukan perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

Kelebihan dan Kekurangan Plan Do Check Act

© Freepik.com

Menurut Lucidchart, ada beberapa kelebihan dan kekurangan dari menggunakan model manajemen ini.

Plus minus PDCA adalah hal yang penting untuk dipertimbangkan sebelum kamu memilih untuk menggunakannya sebagai solusi di organisasi atau perusahaan.

Kelebihan PDCA

Salah satu kelebihan dari siklus PDCA adalah fleksibilitasnya.

PDCA dapat digunakan untuk berbagai macam bisnis dan aplikasi.

Tidak hanya untuk manufaktur, Plan Do Check Act juga bisa digunakan untuk manajemen proyek, manajemen perubahan, pengembangan produk, dan manajemen sumber daya.

Tidak hanya itu, model PDCA juga sederhana dan mudah dipahami oleh siapapun yang ingin melakukannya.

Meski begitu, efektivitasnya dalam menghasilkan perubahan, menyelesaikan masalah, dan meningkatkan efisiensi cukup signifikan.

Oleh karena itu, PDCA cukup populer digunakan.

Kekurangan PDCA

Meskipun modelnya simpel dan mudah dimengerti, namun implementasinya tidak begitu mudah.

Plan Do Check Act adalah model manajemen yang membagi proses perbaikan ke dalam beberapa tahapan kecil.

Hal ini menyebabkan prosesnya cukup lambat dan kurang cocok untuk menyelesaikan masalah yang sifatnya mendesak.

Tidak hanya itu, PDCA adalah proses yang berkelanjutan, sehingga butuh komitmen dan pelaksanaan secara menyeluruh dalam sebuah organisasi atau perusahaan.

Jika tidak, siklus PDCA tidak akan efektif untuk jangka panjang.

Demikianlah pemaparan Glints tentang model siklus Plan Do Check Act yang sering digunakan perusahaan.

Cukup menarik, bukan? Kamu pun bisa menggunakan PDCA untuk perbaikan dan perkembangan diri agar menjadi individu yang lebih berkualitas.

Tidak hanya tentang PDCA, di Glints kamu bisa menemukan artikel-artikel dengan topik seru lainnya.

Oleh karena itu, yuk, berlangganan newsletter blog Glints agar selalu mendapat artikel terkini langsung ke inbox emailmu.

Sign up dan berlangganan sekarang, ya!

Sumber

    What Does the PDCA Cycle Mean?

    How to apply the Plan-Do-Check-Act (PDCA) model to improve your business

glints.com.