politik-indonesia.com – Kulit adalah lapisan luar yang menutupi tubuh. Kulit terdiri atas epidermis, dermis, dan hipodermis.

Kulit memiliki banyak manfaat salah satunya ekskresi keringat.

Namun, kulit yang kurang perawatan seolah rentan terhadap berbagai risiko penyakit.

Pasalnya, faktor gaya hidup tertentu dapat menyebabkan perkembangan penyakit kulit .

Kondisi kesehatan yang mendasarinya juga dapat mempengaruhi kulit Anda.

Penyebab umum penyakit kulit meliputi:

– Bakteri terperangkap di pori-pori atau folikel rambut Anda.

– Kondisi yang mempengaruhi tiroid, ginjal, atau sistem kekebalan Anda.

– Kontak dengan pemicu lingkungan, seperti alergen atau kulit orang lain.

– Genetika

– Jamur atau parasit yang hidup di kulit Anda.

– Obat-obatan, seperti yang mengobati penyakit radang usus (IBD).

– Virus.

– Diabetes.

– Matahari.

Apa saja yang merupakan gejala penyakit kulit ?Gejala penyakit kulit sangat beragam karena tergantung pada keadaan penderitanya.

Kendati demikian, perubahan pada kulit tidak melulu disebabkan karena penyakit kulit .

Misalkan, Anda mungkin mengalami lecet pada kulit dikarenakan penggunaan sepatu yang tidak pas ukurannya.

Ketika terjadi perubahan kulit yang muncul tanpa sebab pastinya, hal tersebut itu mungkin saja berkaitan dengan kondisi yang mendasarinya.

Umumnya, penyakit kulit dapat menyebabkan:

– Bercak kulit yang berubah warna (pigmentasi abnormal).

– Kulit kering.

– Luka yang menganga atau terbuka, misalkan lesi ataupun luka borok.

– Kulit mengelupas.

– Ruam, yang mungkin saja diikuti rasa gatal-gatal ataupun nyeri.

– Benjolan yang biasanya berwarna merah, ataupun putih dan juga berisi nanah.

– Kulit dengan kondisi bersisik atau jika dipegang terasa kasar.

Bagaimana penyakit kulit didiagnosis?Seringkali, penyedia layanan kesehatan (dokter, klinik, rumah sakit) dapat mendiagnosis penyakit kulit dengan memeriksa kulit Anda secara visual.

Jika melihat kulit Anda tidak memperlihatkan kondisi pasti dengan jelas, maka penyedia layanan kesehatan Anda dapat menggunakan serangkaian tes berupa:

– Biopsi , membuang sepotong kecil kulit untuk diperiksa di bawah mikroskop.

– Kultur, adalah sebuah tes dengan mengambil sampel kulit penderitanya untuk diuji adanya bakteri , jamur atau virus.

– Tes tempel kulit, menerapkan sejumlah kecil zat untuk menguji reaksi alergi.

– Pemeriksaan sinar hitam (Wood light test), menggunakan sinar ultraviolet (UV) untuk melihat pigmen kulit Anda lebih jelas.

– Diascopy, menekan slide mikroskop terhadap patch (tambalan) kulit untuk melihat apakah kulit berubah warna.

– Dermoskopi, adalah sebuah tes dengan menggunakan alat perangkat genggam yang biasa disebut dermatoskop yang berfungsi untuk mendiagnosis lesi kulit.

– Tes Tzanck, adalah tes dengan cara melakukan pemeriksaan cairan dari lepuh yang mana dilakukan dengan tujuan memeriksa herpes simpleks atau herpes zoster.

Demikian paparan mengenai penyebab penyakit kulit , gejala penyakit kulit , efek dari penyakit kulit terhadap si penderita, serta diagnosis.***