politik-indonesia.com – Pandemi virus corona mengubah banyak hal, termasuk cara umat Muslim merayakan Lebaran.

Pada Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah, umat Muslim dianjurkan menjalankan ibadah shalat Id di rumah saja dan mengadakan silaturahmi jarak jauh atau menggunakan media sosial.

Beberapa perubahan tersebut bagian dari cara mencegah penularan virus corona biang penyakit Covid-19 .

Berikut sejumlah panduan merayakan lebaran di tengah pandemi corona agar tetap sehat selama momentum Idul Fitri:

1. Shalat Id

Pada Idul Fitri tahun sebelumnya, umat Muslim umumnya akan bangun dini hari untuk mempersiapkan shalat Id di tanah lapang atau masjid setempat.

Namun, pada lebaran kali ini umat Muslim lebih disarankan menjalankan ibadah shalat Id di rumah masing-masing.

Tujuannya, untuk meminimalkan kerumunan dan menekan potensi penularan penyakit Covid-19.

2. Pakaian pantas

Kendati perayaan Idul Fitri di masa pandemi mengharuskan seseorang untuk tinggal di rumah, bukan berarti Anda tidak bisa bergaya.

Selama perayaan lebaran, coba ganti piyama atau pakaian rumahan dengan busana pantas.

Dengan mengenakan busana pantas atau baju berpergian, suasana hati Anda bisa lebih baik di tengah pandemi yang rentan bikin stres.

3. Silaturahmi lebaran

Pada Idul Fitri tahun sebelumnya, umat Muslim biasanya menjalin silaturahmi saat lebaran dengan mengunjungi sanak kerabat, tetangga, atau rekan.

Namun, pada lebaran kali ini umat Muslim diarahkan untuk tinggal di rumah saja.

Silaturahmi di masa pandemi disarankan lewat kontak jarak jauh menggunakan media sosial atau fasilitas telepon.

Kendati tidak berjabat tangan secara langsung atau melakukan kontak fisik, silaturahmi dan rasa terhubung ini penting.

Selain untuk merasakan perayaan Idul Fitri, dengan terhubung Anda juga terhindar dari kesepian yang berbahaya bagi kesehatan.

4. Bagi-bagi uang

Salah satu tradisi yang lekat dengan Idul Fitri adalah membagi-bagikan uang tunai kepada anak-anak.

Semasa pandemi corona, tradisi bagi-bagi uang yang dikenal dengan istilah “fitrah” ini perlu dievaluasi.

Pasalnya, uang tunai yang belum terjamin kebersihannya dapat menjadi medium penularan kuman, termasuk virus corona.

Memberi semasa pandemi ini perlu sedikit modifikasi. Caranya dengan menyalurkannya lewat lembaga resmi atau melalui berderma secara nontunai lewat transfer dll.

Memberi di masa pandemi juga penting untuk membantu orang sekitar yang terdampak krisis kesehatan global ini.

Anda tak perlu melulu membagikan uang. Tapi beramal juga bisa dilakukan lewat berbagai makanan atau apa yang dipunyai.

Dengan beramal dan berbuat baik, suasana hati bisa jadi lebih baik dan kesehatan mental di masa pandemi corona bisa lebih terjaga.

5. Menu lebaran

Idul Fitri identik dengan makanan berlimpah yang tinggi kalori, lemak, dan gula.

Namun ingat, menjaga daya tahan tubuh penting untuk mencegah penularan virus corona.

Salah satu cara meningkatkan daya tahan tubuh adalah dengan makan asupan bergizi dan seimbang.

Sesekali, Anda boleh icip-icip menu lebaran yang nikmat dan jarang ditemui.

Namun, jangan lupa untuk mengimbanginya dengan buah dan sayuran yang kaya vitamin dan antioksidan.

6. Ke luar rumah

Jika Anda terpaksa ke luar rumah karena kepentingan mendesak selama Idul Fitri, jangan lupa menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona.

Di luar rumah, usahakan selalu jaga jarak (social distancing) dengan orang sekitar minimal dua meter.

Selain itu, rajin cuci tangan pakai sabun atau menyanitasi tangan dengan gel khusus berbasis alkohol.

Sebisa mungkin hindari menyentuh permukaan benda-benda di luar rumah. Serta terus gunakan masker saat berada di luar rumah.