politik-indonesia.com – Pasar Bitcoin menjadi liar setelah Raja Aset Kripto itu menyentuh US$9.199 pada 3 Mei 2020 lalu. Pasar Bitcoin langsung menguap sekitar Rp10 juta dalam 24 jam menjadi US$8.534 per BTC, akibat aksi jual oleh sebagian trader.

Aksi jual besar ini telah diduga sebelumnya, karena pasar sudah mencapai overbought sejak beberapa hari sebelumnya, setelah Bitcoin menembus wilayah US$8-9 ribu per BTC.

Ketika artikel ini ditulis, Bitcoin berada di kisaran US$8.614, naik tipis dari US8.522.00, setara US$88 dalam tempo 1 jam.

Sementara itu, dilansir dari Nomics, Bitcoin diprediksi melaju menuju US9.977 dalam 7 hari mendatang. Prediksi itu diasaskan pada harga basis, yaki US$8.921, dengan nilai error rata-rata 30 hari sekitar 10.97 persen. [red]