politik-indonesia.com

KOMPAS.com – Sejumlah orang mendapat kesempatan untuk menjalani kerja di rumah .

Seperti di tengah pandemi Covid-19. Banyak orang menjalankan pekerjaannya dari rumah.

Tidak seperti bekerja di kantor yang mempertimbangkan faktor kenyamanan tempat kerja, kerja di rumah jamak menggunakan peralatan meja dan kursi seadanya.

Penataan tempat kerja yang tidak ideal seperti posisi duduk membungkuk, duduk tak nyaman, atau posisi layar monitor terlalu jauh dari pergelangan tangan, membuat tubuh mengalami tekanan fisik.

Tekanan atau stres ini dapat menyebabkan sakit leher, sakit punggung , nyeri pergelangan tangan , mata lelah, dan sebagainya.

Untuk mencegah tubuh mengalami stres fisik saat kerja di rumah, Anda perlu menjaga tubuh dalam posisi netral yang rileks.

“Posisi duduk yang tidak pas bisa memicu sakit atau nyeri di kemudian hari,” jelas Alan Hedge, ahli ergonomi dari Cornell University, seperti dilansir HuffPost (2/4/2020).

1. Jaga bahu dan leher rileks

Posisi layar atau monitor yang terlalu rendah dapat membuat otot leher dan bahu tertarik ke depan. Hal ini dapat memengaruhi postur duduk secara keseluruhan.

Jika layar atau monitor berada di posisi yang tepat, otot bahu dan leher bisa rileks dan nyaman.

Untuk itu, evaluasi penataan tempat kerja. Atur layar atau monitor di tempat yang pas, dengan posisi setinggi mata. Sehingga, bahu tidak pegal dan tidak nyeri leher .

Bagi Anda yang menggunakan laptop, usahakan tidak bekerja dari atas kasur. Taruh laptop di meja setinggi siku.

Ubah posisi duduk dua kali setiap jam, untuk meningkatkan sirkulasi darah agar tetap lancar.

2. Atur pencahayaan dan gunakan aturan 20-20-20

Menatap layar komputer atau gawai terlalu lama membuat mata bekerja ekstra.

Kebiasaan ini dapat membuat mata lelah yang ditandai dengan sakit kepala, pandangan kabur, mata kering, dan nyeri leher serta bahu.

Agar mata tak gampang lelah, istirahatkan mata secara berkala dengan aturan 20-20-20.

Yakni, istirahatkan mata selama 20 menit, untuk melihat sesuatu sejauh 20 kaki (6 meter), setiap 20 menit.

Atur pencahayaan tempat bekerja di dekat jendela atau tempat yang terang dengan sumber cahaya alami. Posisikan layar pada sudut 90 derajat dari sumber cahaya alami.

3. Rehat setiap 20 menit

Punggung Anda idealnya perlu beristirahat dengan posisi miring 15-20 derajat agar pinggung tetap rileks.

Saat Anda duduk dengan posisi 90 derajat, pinggul jadi kaku dan dapat berimbas pada sakit pinggang.

Jika kursi tempat duduk Anda tidak fleksibel seperti di kantor, coba beranjak dan gerakkan tubuh setiap 20 menit agar badan tidak kaku.

Dengan beristirahat setiap 20 menit, sirkulasi darah di kaki juga jadi lebih lancar. Sehingga, Anda bisa terbebas dari kram kaki.

Cara untuk mencegah kram lainnya, atur ketinggian kursi agar kaki bisa menapak di lantai saat duduk.

Jika kursi terlalu tinggi, ganjal dengan sesuatu sehingga tidak ada tekanan di paha.

4. Buat posisi pergelangan tangan netral

Posisi pergelangan tangan yang tegang akibat pengaturan posisi layar dan tempat duduk yang tidak pas dapat membuat tangan gampang kesemutan dan mati rasa.

Untuk itu, atur posisi duduk agar lengan dan tangan berada di satu garis lurus dengan keyboard.

Jaga agar pergelangan tangan tetap rata dan lurus dengan keyboard. Usahakan posisi ini tidak miring ke kiri atau ke kanan.

5. Pastikan posisi punggung tidak tegang

Posisi duduk yang membungkuk dapat memberikan tekanan pada pinggang dan berimbas pada sakit punggung.

Solusinya, pastikan punggung berada dalam posisi yang netral dan tidak tegang.

Usahakan sedikit bersandar untuk menjaga tulang belakang tetap nyaman.

Jika kursi di rumah tidak cukup memadai untuk menyangga punggung bagian bawah, gunakan handuk. Gulung handuk dan letakkan di lengkungan punggung bagian bawah.