politik-indonesia.com – Meski telah dikenal luas sebagai sentra teh Pu’er atau teh yang diseduh dengan aroma manis, Kota Pu’er di Provinsi Yunan, China barat daya, masih berambisi menjadi ibu kota kopi di seantero China.

Pada tahun 2021, Pu’er memiliki 668.000 mu (sekitar 44.530 hektare) perkebunan kopi dan menghasilkan panen biji kopi tertinggi sebesar 46.000 ton di China.

Hal ini berkat upaya pemerintah setempat untuk mengembangkan penanaman dan pengolahan kopi sebagai tulang punggung industri.

Pada tahun 2019, Kota Pu’er meluncurkan sebuah program asuransi percontohan untuk penetapan harga biji kopi hijau di kota tersebut, guna mengurangi beban produsen, operator, dan petani kopi, serta mendorong pengembangan industri yang sehat dan berkelanjutan.

Selain memberikan kebijakan preferensial, pemerintah setempat mempertimbangkan pengolahan biji kopi secara mendalam guna mendorong pengembangan berkualitas tinggi bagi industri kopi lokal.

Di seluruh Provinsi Yunnan, luas perkebunan kopi dan produksi kopi masing-masing mencakup 98 persen dan 99 persen dari total yang ada di negara itu.

Seiring dengan ledakan kopi yang dialami China dalam beberapa tahun terakhir, industri tersebut kini telah menyerap lebih banyak investasi.