politik-indonesia.com – Apakah kamu tengah mempelajari seluk-beluk kredit di bank? Apabila demikian, mungkin, bunga flat adalah istilah yang tak asing lagi di telingamu.

Akan tetapi, sudahkah kamu memahami apa itu bunga flat? Selain itu, bagaimana skema perhitungannya?

Dirangkum dari Chron, Kontan, Compare Hero, dan Mortgage Supermart, inilah penjelasannya untukmu.

Apa Itu Bunga Flat?

© Freepik.com

Mari kita mulai pembahasan dengan pengertian alias definisi.

Bunga flat adalah salah satu jenis bunga yang identik dengan kata “tetap”. Pasalnya, perhitungan bunga ini tidak berubah dari waktu ke waktu.

Persentase dari bunganya akan selalu tetap, dan persentase tadi akan selalu dikalikan dengan jumlah uang yang kamu pinjam.

Bunga ini biasanya ditetapkan oleh bank untuk pinjaman jangka pendek. Misalnya pada kredit tanpa angunan atau kredit kepemilikan kendaraan bermotor.

Cara Menghitung Bunga Flat

© Freepik.com

Kamu telah memahami apa yang dimaksud dengan bunga flat dan untuk apa saja ia biasanya diberlakukan.

Lantas, bagaimana cara menghitung bunga flat?

Kita ambil contoh yang sama, yakni bunga sebesar 12% tiap tahun, atau sebesar 1% tiap bulannya. Jumlah kredit yang kamu ajukan misalnya Rp120 juta selama 1 tahun alias 12 bulan.

Dengan begitu, perhitungan bunga flat dan cicilan yang harus kamu bayarkan tiap bulannya adalah:

= (Jumlah cicilan pokok) + (Jumlah bunga)

= (Rp120 juta / 12 bulan) + (Rp120 juta x 1%)

= Rp10 juta + Rp1.200.000

= Rp11,2 juta per bulan

Itulah total jumlah angsuran yang harus kamu bayarkan per bulan selama 1 tahun.

Bunga Flat vs Bunga Efektif

© Freepik.com

Salah satu skema bunga yang berbeda dan sering dibandingkan dengan bunga flat adalah bunga efektif.

Sejatinya, persentase bunga keduanya sama. Perbedaan bunga flat dan bunga efektif terletak pada dengan apa persentase bunganya dilalikan.

Bunga efektif menghitung persentase bunga dengan sisa dari jumlah cicilan, alih-alih dengan besar pinjaman awal.

Bunga efektif juga biasanya digunakan untuk pinjaman jangka panjang, seperti kredit perumahan rakyat atau kredit investasi.

Agar kamu lebih mudah memahami apa maksudnya, Glints akan memberikan contoh perhitungan bunga efektif.

Kamu meminjam uang sebesar Rp120 juta ke bank selama 1 tahun dengan bunga sebesar 1% per bulan.

Perhitungan cicilan bulan pertamamu adalah:

= (Jumlah cicilan pokok) + (Jumlah bunga)

= (Rp120 juta / 12 bulan) + (Rp120 juta x 1%)

= Rp10 juta + Rp1.200.000

= Rp11,2 juta per bulan

Memang, perhitungan bunga efektif dan bunga flat di bulan pertama adalah dua hal yang sama persis. Akan tetapi, perhitungan bunga efektif tidak berhenti sampai di sini.

Setelah bulan pertama, sisa utangmu adalah:

= Jumlah pinjaman awal – jumlah cicilan bulan pertama

= Rp120 juta – Rp11,2 juta

= Rp108,8 juta

Nah, perhitungan angsuranmu untuk bulan kedua adalah:

= (Jumlah cicilan pokok) + (Jumlah bunga)

= (Rp120 juta / 12 bulan) + (Rp108,8 juta x 1%)

= Rp10 juta + Rp1.088.000

= Rp11.088.000 di bulan kedua

Seiring dengan berjalannya waktu, jumlah bunga efektif akan terus menurun. Dengan begini, kamu tentu memahami perbedaan di antara kedua jenis bunga ini.

Demikian informasi soal apa itu bunga flat, contoh perhitungan, serta perbedaannya dengan bunga efektif.

Memahami apa itu bunga flat adalah langkah awal yang baik dalam memahami dunia kredit di bank.

Memperkaya diri dengan lebih banyak informasi soal keuangan dan perbankan bisa menjadi langkah baik selanjutnya, lho!

Kamu bisa mendapatkan semuanya dengan berlangganan newsletter blog Glints. Daftar sekarang, yuk!

Sumber

    Jenis-jenis bunga pinjaman

    What Is a Flat Interest Rate?

    Difference between Flat Rate and Effective Interest Rate

    Guide to Calculating Flat Rate Interest and Reducing Balance Rate

glints.com.