politik-indonesia.com – g src=”https://img.cintamobil.com/resize/600x-/2019/05/28/f8286LtF/gerbang-tol-cikampek-a3fa.jpg”>

Makin dekatnya hari raya Idul Fitri 2019 arus lalu lintas di berbagai wilayah ibu kota ke luar daerah mulai menunjukkan peningkatan. Para pemudik mulai ada yang memulai kepulangannya ke kampung halaman lebih dini guna menghindari terjadinya kepadatan seperti yang biasa terjadi. Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek memprediksi puncak arus mudik bakal terjadi pada H-5 yang jatuh tanggal 31 Mei 2019 dengan jumlah kendaraan meninggalkan Jakarta melalui gerbang tol Cikampek Utama mencapai 77 kendaraan.

Arus mudik lebaran 2019 diperkirakan mengalami kenaikan sangat tajam

Dibandingkan dengan lalu lintas harian (LHR) normal yang volumenya mencapai 27 kendaraan angka tersebut meningkat sangat tajam sebesar 181 persen. Bahkan bisa lebih besar lagi dengan adanya kebijakan one way yang sudah terjadwal dan diinformasikan ke masyarakat. Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek memprediksi puncak arus mudik bakal mencapai 90 ribu kendaraan.

Dengan perkiraan bakal terjadi peningkatan arus mudik lewat jalur darat sejumlah strategi telah disiapkan untuk menciptakan perjalanan mudik yang aman dan nyaman. Namun Jasa Marga melalui akun Instagram resminya @official.jasamarga menghimbau agar para pemudik yang menggunakan jalan tol selama perjalanan arus mudik dan arus balik untuk selalu mematuhi rambu-rambu, berkendara dengan tertib, memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, serta selalu memastikan kecukupan saldo dengan melakukan top up uang elektronik sebelum memasuki tol.

Untuk kenyamanan, dihimbau pula agar pengendara memastikan kecukupan BBM dan menyiapkan perbekalan makanan yang cukup untuk mengantisipasi jika terjadi kepadatan yang membuat perjalanan lebih lama. Disarankan pula agar pengendara yang singgah di rest area untuk bisa memanfaatkan waktu seefisien mungkin seperti penambahan saldo e-toll, mengisi BBM, tarik tunai ATM, membeli makanan, minuman dan perbekalan hingga keperluan ibadah dan sarana buang air. Tidak perlu singgah berlama-lama sebab bisa merepotkan kendaraan lain yang juga ingin menggunakan sarana rest area.

Jutaan pemudik meninggalkan Jakarta tiap kali musim mudik lebaran tiba