politik-indonesia.com – Menjawab pertanyaan interview “Siapa role model kamu?” memang cukup gampang-gampang susah. Namun, masih banyak pelamar kerja yang kesulitan untuk menjawabnya.

Pertanyaan yang satu ini memang tidak terlalu sering muncul dalam setiap interview kerja. Namun, ada kalanya tiba-tiba rekruter mengajukan pertanyaan ini.

Oleh karena itu, sebaiknya kamu persiapkan saja cara untuk menjawab jenis pertanyaan yang satu ini. Hal itu agar kamu tidak terlihat kebingungan saat akan menjawabnya.

Jika kamu gelagapan saat menjawabnya, tentu hal itu tidak akan terlihat cukup baik di mata rekruter.

Jadi, saat ditanya “Siapa role model kamu?” di saat interview, jangan gugup untuk menjawab pertanyaan tersebut dan baca dulu tips dari Glints berikut ini.

Mengapa Rekruter Mengajukan Pertanyaan Seperti Itu?

© Rawpixel.com

Jika kamu sudah sering melakukan interview kerja tentunya akan paham seperti apa jenis-jenis pertanyaan yang akan ditanyakan oleh rekruter.

Ada beberapa pertanyaan interview yang tidak pernah ketinggalan misalnya, alasan mengapa ingin bekerja di perusahaan atau jenis pertanyaan yang menyuruh kandidat menjelaskan tentang pengalaman kerjanya.

Namun, terkadang rekruter tiba-tiba memberikan pertanyaan interview kejutan seperti “Siapa role model?” yang ternyata bisa membuat pelamar kerja bingung untuk menjawabnya.

Jadi, mengapa sih rekruter tiba-tiba menanyakan pertanyaan itu?

Dilansir dari CNBC, tujuan rekruter menanyakan pertanyaan seperti itu karena ia ingin calon pelamar kerja membuktikan seberapa besar ketertarikannya pada jenis pekerjaan yang dilamar.

Oleh karena itu, saat menjawab pertanyaan ini sebaiknya jangan asal mengucapkan jawaban karena diperlukan strategi yang tepat.

Hal yang ingin didengar oleh rekruter adalah kamu tahu siapa saja orang yang berpengaruh besar dalam bidang pekerjaan yang kamu lamar.

Jadi Bagaimana Cara Efektif Menjawab Pertanyaan Ini?

© Rawpixel.com

Menjawab pertanyaan interview “Siapa role model” memerlukan persiapan khusus agar kamu bisa tetap terlihat profesional.

Menurut Suzy Welch, seorang penulis dan kontributor dari CNBC menyebutkan masih cukup banyak pelamar kerja yang menjawab orang terdekat seperti ayah atau ibu sebagai role model atau panutannya.

Sebenarnya jawaban itu akan dimengerti oleh rekruter, tapi bukan itu maksud dari pertanyaannya.

Pasalnya, rekruter ingin mendengar siapa sebenarnya yang menginspirasimu dalam berkarier?

Jadi, kamu bisa menjawab pertanyaan tersebut seperti ini:

Jika ditanya siapa role model, saya akan memilih Najwa Shihab. Ia merupakan sosok jurnalis yang cerdas, kreatif, dan berani. Najwa Shihab pula yang menginspirasi saya untuk mencoba berkarier di industri media.

Hal utama yang perlu kamu ingat sebelum menjawab pertanyaan interview “Siapa role model” adalah dengan mempersiapkan nama seorang tokoh yang berpengaruh besar di bidang kariermu.

Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Menjawab Pertanyaan Ini

© Unsplash.com

Jika ingin proses interview-mu berjalan dengan lancar sebaiknya ketahui pula apa saja kesalahan yang harus dihindari saat menjawab pertanyaan jenis ini. Berikut penjelasannya.

1. Menyebutkan nama tokoh yang tidak relevan

Dilansir dari Inspiring Interns, kesalahan pertama dalam menjawab pertanyaan interview siapa role model ialah dengan menyebutkan nama tokoh yang tidak relevan.

Sebisa mungkin carilah tokoh yang paling berkaitan dengan profesi yang kamu lamar. Pastikan juga bahwa tokoh tersebut memiliki imej yang positif dan tidak kontroversial.

2. Menyebutkan tokoh politik

Seorang politikus yang terkenal dengan prestasinya memang bisa kita jadikan sebagai panutan. Namun, sebaiknya saat sedang interview hindari dulu membicarakan soal politik.

Seperti yang dijelaskan oleh Bubble Jobs, membahas politik saat wawancara akan cukup berisiko.

Pasalnya, politik adalah hal yang cukup riskan untuk dibahas apalagi jika posisi yang kamu lamar tidak ada hubungannya dengan politik.

3. Tidak memberikan alasan yang tepat

Kesalahan interview selanjutnya yang masih sering dilakukan ialah tidak bisa menjelaskan alasan mengapa memilih tokoh tersebut.

Setelah menjawab nama tokoh yang membuatmu terinspirasi, sebaiknya jangan lupa untuk memberikan alasan yang tepat.

Pastinya rekruter juga ingin tahu mengenai alasanmu memilih tokoh tersebut.

Jangan sampai kamu hanya menyebutkan nama tokoh saja, tapi bingung saat ditanya alasannya.

Demikianlah penjelasan mengenai cara menjawab pertanyaan “Siapa role model” saat interview kerja.

Ingatlah bahwa tahapan interview sudah membuatmu lebih dekat menuju profesi impian. Untuk itulah jangan sampai kamu tidak mempersiapkan diri dan menyia-nyiakan kesempatan tersebut.

Setelah mengetahui jawaban untuk pertanyaan interview di atas, kamu sudah siap mencari pekerjaan baru?

Kalau siap, kamu bisa mencari lowongan pekerjaan baru di Glints. Tinggal sign up dan dapatkan beragam lowongan yang cocok untuk kamu.

Sumber

    Suzy Welch: What to say when a job interviewer asks, ‘Who’s your role model?’

    Common Interview Questions Answered: “Who Is Your Role Model?”

    How To Answer: “Can You Tell Me Who Your Role Model Is And Why?”