politik-indonesia.com

Servis rutin AC mobil bukan sesuatu yang sering dilakukan para pemilik kendaraan. Umumnya seseorang baru datang ke bengkel AC mobil jika AC tersebut sudah bermasalah. Misalnya AC tidak dingin atau mati total.

Padahal jika mengabaikan jadwal servis rutin bagian AC mobil, maka ada potensi kerusakan komponen AC yang tidak terdeteksi. Contohnya beberapa kerusakan kompresor AC mobil berikut ini:

1. Kurang Oli

Kompresor yang kurang oli bisa menyebabkan komponen kompresor aus

Sama seperti mesin mobil, kompresor AC mobil juga membutuhkan oli untuk menggerakkan komponen di dalamnya. Jika oli pada kompresor tersebut berkurang, maka akan membuat kompresor macet dan komponen-komponen di dalamnya aus. Cirinya adalah suara AC lebih kasar dari biasanya.

2. Magnetic Clutch

Perhatikan saat putaran magnetic clutch tidak lagi stabil

Kerusakan kompresor AC mobil bisa juga karena magnetic clutch sudah tidak bekerja. Tandanya bisa dilihat pada putaran center piece dan puli sudah tidak lagi optimal. Hal ini akan membuat kompresor macet dan tidak bisa bekerja menghasilkan hawa dingin ke kabin mobil.

3. Sensor Selenoid

Bisa juga ada kerusakan pada sensor selenoid

Jika kompresor AC mobil mengalami gejala kadang mengeluarkan hawa dingin kadang panas, maka bisa jadi itu karena sensor selenoid sudah harus diganti. Kondisi ini biasanya menimpa pada kompresor dengan sistem sensor yang digunakan untuk mobil-mobil Eropa.

4. Jebol

Jika kompresor jebol maka sudah tidak bisa diperbaiki

Ini merupakan kerusakan kompresor AC mobil paling parah. Biasanya karena memang usia pakai kompresor itu sendiri sudah habis. Atau akibat kebiasaan buruk pengemudi saat menyalakan atau mematikan AC mobil. Untuk mengatasinya, Anda harus mengganti dengan kompresor yang baru.