politik-indonesia.com – Di dalam dunia profesional, focus group discussion atau FGD adalah sebuah teknik diskusi yang biasa digunakan untuk berbagai macam kepentingan.

Ia sering digunakan sebagai salah satu kebutuhan meeting divisi, ataupun riset pasar untuk proses pengembangan produk.

Bahkan, FGD juga sering digunakan oleh pihak HRD untuk menjalankan tahap rekrutmen, lho.

Nah, memangnya, yang dimaksud dengan FGD? Apa yang membedakan metode ini dengan teknik lainnya? Lalu, seperti apa cara untuk menjalankannya dengan baik?

Tenang, Glints sudah siapkan penjelasannya khusus untukmu. Yuk, simak lengkapnya dalam rangkuman di bawah ini.

Apa Itu Focus Group Discussion (FGD)?

© Freepik.com

Melansir laman British Ecological Society, FGD (focus group discussion) adalah teknik diskusi yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan sebuah kelompok dan membahas satu topik secara spesifik.

Dari sekelompok orang yang terkumpulkan, peneliti biasanya akan mengambil kesimpulan dari pendapat seputar topik yang dibahas.

Diskusi ini akan dipimpin oleh satu orang dan biasanya dijalankan secara informal. Hal ini dilakukan agar peserta tidak merasa tertekan untuk menyampaikan pendapat mereka.

Nah, penentuan kandidat sendiri biasanya didasarkan oleh berbagai macam pertimbangan.

Kalau tujuannya adalah untuk riset pasar, biasanya perusahaan akan mencari kandidat yang sesuai dengan target demografis mereka.

Melansir Thought Co., demografis sendiri mengacu pada analisis karakteristik sekelompok orang, biasanya ditentukan dari umur, ras, dan gender.

Hal ini dilakukan untuk mendapatkan sampel dari orang yang kemungkinan besar akan menggunakan produk atau layanan yang ditawarkan oleh perusahaan.

Tujuan FGD

© Freepik.com

Tujuan utama menjalankan diskusi ini berbeda-beda. Namun, dalam proses rekrutmen, tujuan utama FGD adalah untuk mengetahui karakter seorang kandidat secara lebih dalam.

Dalam sesi diskusi ini, katakanlah ada satu contoh kasus yang diberikan.

Nah, orang yang menjadi fasilitator akan melihat bagaimana cara tiap kandidat menyelesaikannya. Mereka juga akan meneliti jenis solusi yang dipilih oleh kandidat serta tingkat efektivitasnya.

Dari hasil FGD ini, akan terlihat potensi setiap kandidat dan tingkat kecocokan mereka untuk bekerja di perusahaan tersebut.

Perbedaan FGD dan Interview

© Freepik.com

Tak jarang, FGD adalah sebuah hal yang kerap dibandingkan dengan interview oleh para pencari kerja.

Nyatanya, hal tersebut tidaklah benar. Meskipun sama-sama digunakan untuk proses rekrutmen, kedua hal ini sejatinya cukup berbeda.

Menurut Channel Play, aspek pertama yang membedakan FGD dari interview merupakan jumlah pesertanya.

Interview umumnya dilaksanakan secara perorangan, di mana kandidat akan berbicara dengan rekruter seorang diri dalam ruangan tertutup.

Sementara itu, FGD dilaksanakan oleh 4 hingga 15 orang pada ruangan yang sifatnya lebih terbuka.

Masing-masing peserta ini juga nantinya harus mengikuti aturan tertentu yang tak ada dalam interview konvensional.

Selain itu, durasi FGD biasanya lebih lama dibandingkan interview.

FGD dapat berlangsung selama 60 hingga 90 menit tergantung pola diskusi selama proses acara berlangsung.

Di sisi lain, interview kerjanya berlangsung paling tidak 20 hingga 45 menit tergantung dari cara kandidat menjawab pertanyaan rekruter.

Terakhir, perbedaan utama dari FGD dan interview adalah tujuannya.

FGD dilakukan supaya perusahaan bisa memahami kepribadian, pola pikir, dan kemampuan masing-masing kandidat secara mendalam.

Berbeda dengan interview yang dilakukan guna melihat tujuan dan cita-cita karier kandidat jika mereka diterima oleh perusahaan.

Teknis Pelaksanaan FGD

© Freepik.com

Seperti yang sudah Glints jelaskan, focus group discussion adalah salah satu cara bagi perusahaan untuk mempelajari kemampuan serta kepribadian kandidat.

Namun, supaya bisa berjalan dengan lancar, kegiatan ini memiliki teknis pelaksanaan yang tentunya perlu dipersiapkan oleh pihak perusahaan.

Nah, kira-kira, seperti apa teknis pelaksanaan FGD? Berikut penjelasannya Glints rangkum untukmu.

1. Menentukan moderator

Hal pertama yang perlu dipersiapkan perusahaan saat akan melaksanakan FGD adalah untuk menentukan moderator.

Moderator yang mereka pilih biasanya mampu berpikir analitis dan dapat menyampaikan penjelasan topik dengan baik.

Individu yang dijadikan moderator juga biasanya hadir dari tim HRD atau calon user di kantor. Mereka nantinya akan ikut menilai performamu selama FGD.

Maka dari itu, tunjukkan kemampuan terbaikmu selama menjalankan kegiatan satu ini.

2. Mempersiapkan grup dan rencana pelaksanaan

Teknis pelaksanaan FGD berikutnya adalah untuk mempersiapkan grup dan rencana terstruktur terkait kegiatan selama acara berlangsung.

Grup ini bisa berupa seperti panitia pelaksanaan atau peserta FGD secara umum.

Tim bisa diisi oleh beberapa orang yang akan berperan sebagai pencatat waktu, notulen, penata teknis, dana mereka yang bertugas mendokumentasikan FGD.

Setelah grup terbentuk, pihak panitia harus menyediakan rencana pelaksanaan dan pembagian tugas di dalam masing-masing tim.

Perencanaan ini dapat dibentuk layaknya alur acara secara utuh, dari arus masuknya peserta, estimasi durasi FGD yang biasanya berlangsung selama 60 hingga 90 menit, dan pembagian ruang.

3. Pemaparan topik dan pertanyaan terbuka

Setelah mempersiapkan grup dan rencana pelaksanaan, teknis berikutnya yang perlu dilakukan oleh perusahaan adalah memaparkan topik.

Di sini, topik diskusi akan dipaparkan secara spesifik. Selanjutnya, sesi pertanyaan akan segera dibuka oleh pihak pelaksana.

Nah, moderatorlah yang nantinya bertanggung jawab terhadap proses dan alur diskusi, sekaligus menjadi jembatan antara pertanyaan satu dengan lainnya.

4. Mencatat dan meringkas topik

Teknis pelaksanaan FGD berikutnya adalah untuk mencatat dan meringkas pembahasan topik.

Tugas untuk mencatat dan meringkas topik dari FGD ini dapat dilakukan secara efektif oleh orang lain, seperti pihak pelaksana, selain moderator di ruangan.

Langkah paling tepat untuk melakukan hal ini adalah dengan alat rekam oleh moderator yang nanti akan diproses lebih lanjut oleh anggota tim yang bertugas sebagai notulen.

Pencatatan dan peringkasan sejatinya bermanfaat untuk melihat bagaimana partisipan menanggapi topik yang disajikan oleh moderator.

5. Mengolah data dan membentuk kesimpulan

Teknis pelaksanaan FGD yang paling terakhir adalah proses pengolahan data dan pembentukan kesimpulan diskusi.

Data dari FGD ini merupakan transkrip atau audio yang sebelumnya sudah direkam oleh moderator.

Setiap catatan dan ringkasan data dari focus group discussion adalah informasi tentang bagaimana para peserta saling beradu pikiran dan asumsi terhadap topik.

Data ini nantinya akan dianalisis oleh anggota tim pelaksana yang bertugas dan dijadikan kesimpulan.

Pihak HRD nantinya akan menilai para peserta yang aktif beserta hasil akhir dari jawaban yang mereka temukan.

Cara Menjalankannya

© Freepik.com

Seperti yang sudah Glints paparkan, FGD adalah salah satu teknik diskusi terbaik yang bisa kamu terapkan untuk menyimpulkan sebuah topik.

Kendati demikian, metode ini tak bisa dilaksanakan secara sembarangan. Agar bisa lancar, kamu harus paham dulu mengenai langkah-langkah terbaik untuk menjalankannya.

Nah, kira-kira, seperti apa cara untuk menjalankan FGD? Berikut adalah pemaparannya. Jangan luap dicatat, ya!

1. Desain riset

a. Menentukan objektif

Tahap pertama dalam menjalankan FGD adalah bagi perusahaan untuk menentukan objektif atau tujuan dari focus group yang ingin dibentuk.

Objektif yang ditentukan harus selalu senada dengan keperluan utama perusahaan, sehingga para peserta dapat mengikuti diskusi secara maksimal.

Setelah itu, fasilitator perlu menyusun rangkaian pertanyaan yang relevan dengan tujuan diadakannya diskusi.

Hal ini juga cukup penting. Pasalnya, daftar pertanyaan yang akan dilontarkan memiliki peran besar dalam proses penyaringan kesimpulan.

b. Perekrutan peserta

Proses selanjutnya dalam desain riset FGD adalah bagi perusahaan untuk mengumpulkan kandidat diskusi sesuai dengan objektif awal.

Sebagai contoh, pada tahap inilah perusahaan harus menentukan apabila mereka membutuhkan orang dengan latar belakang yang beragam atau serupa.

Banyaknya tim dan anggota masing-masing tim juga wajib ditentukan pada tahap ini. Umumnya, tiap tim yang menjalankan FGD berisikan kurang lebih 4-15 peserta.

Kalau terlalu banyak, FGD akan berjalan terlalu lama dan menjadi kurang efektif.

Nah, berbeda dengan leaderless group discussion, FGD membutuhkan fasilitator atau moderator untuk memimpin jalannya diskusi.

Ia yang akan mengatur flow diskusi, waktu yang dimiliki oleh tiap peserta untuk menjawab pertanyaan, dan lainnya.

2. Pengumpulan data

Tahap berikutnya dalam menjalankan FGD adalah pengumpulan data.

Dalam tahap ini, perusahan akan mengambil kesimpulan dari pendapat peserta yang sudah berpartisipasi dalam focus group discussion.

Biasanya, fasilitator akan memulai pengumpulan data dengan memilih satu orang dan memberitahukan peraturan dasar diskusi.

Setelah itu, ia akan memberikan contoh kasus atau pertanyaan yang harus dijawab oleh tiap peserta dalam kurun waktu yang ditentukan. Tiap peserta diberi waktu untuk berbicara selama 10-20 menit.

Salah satu tips sukses mengikuti FGD adalah dengan percaya diri dalam menjawab pertanyaan, bersikap sopan, dan mengetahui kapan harus berbicara.

Dengan begitu, fasilitator akan menilaimu sebagai kandidat yang profesional.

3. Analisis

Langkah terakhir dalam menjalankan FGD adalah menganalisis diskusi yang sudah terjadi, penentuan kriteria yang dibutuhkan untuk menilai kandidat, dan menentukan peringkat akhri kandidat.

Hasil analisis akan menentukan peserta mana yang lolos ke tahap selanjutnya dan mana yang tidak.

Itu dia penjelasan lengkap Glints seputar focus group discussion, tujuannya, serta prosedur untuk menjalankannya denganbaik.

Intinya, FGD adalah salah satu tahap terpenting dalam proses rekrutmen. Maka dari itu, jangan lupa untuk persiapkan dirimu dengan sebaik mungkin supaya bisa menghadapinya secara maksimal.

Nah, selain pemaparan di atas, kamu bisa dapatkan informasi serupa yang tak kalah penting pada kanal Tips Interview di Glints Blog.

Di sana, tersedia banyak pembahasan mengenai tahap rekrutmen dan tips menghadapinya yang sudah Glints rangkum khusus untuk kamu.

Jadi, tunggu apa lagi? Jangan sampai ketinggalan informasi. Yuk, langsung baca kumpulan artikelnya sekaran juga!

Sumber

    What Is Demographics? Definition, Usage, Examples in Advertising

    The use of focus group discussion methodology: Insights from two decades of application in conservation

    https://www.channelplay.in/india/resources/insights/f#:~:text=Focus%20Groups%20are%20a%20group,one%20consumer%20at%20a%20time.

glints.com.