politik-indonesia.com – JAKARTA – PT Hyundai Motor Indonesia (HMID) selaku APM sudah memasang iklan mobil terbarunya MPV Hyundai Stargazer. Penyebaran informasi via video di kanal Youtube Hyundai Motors Indonesia sebagai ancang-ancang untuk mempenetrasi pasar domestik dan bersaing dengan kompetitornya dari Jepang yang sudah bermain di pasar MPV ini.

Apa rancangan desain Hyundai Stargazer?

Apa itu konsep tipologi sleek one box?

Fitur penting Hyundai yang aka nada pada Stargazer?

Di jagad maya, telah beredar bocoran kabin MPV Stargazer, meski sedikit. Beredar di Instagram, sebuah video berisi iklan komersial di bandara yang menunjukkan sekelumit bagian itu. Tentu saja ada memamerkan elemen yang mampu menjadi magnet pemikat.

Unggahan di sebuah akun Instagram memperlihatkan informasi mengenai Stargazer bisa dilihat dalam layar besar di area bandara. Video presentasi singkat tersebut sedikit menyingkap bagian eksterior dan interior. Bagian luar masih memperlihatkan detail kehadiran horizontal DRL di bagian depan. Ini membuat tampilannya mengingatkan pada desain Hyundai Staria. Bagian belakangnya hadir stoplamp dengan bentuk huruf H yang simetris.

Hyundai menyebut rancangan desain Stargazer menggunakan konsep tipologi sleek one box. Ini hadir dengan desain one curve yang menghasilkan desain aerodinamis dan inovatif setidaknya dikelasnya yang dihuni berbagai produk unggulan dari berbagai merek.

Konsep kabin Hyundai Stargazer menawarkan model captain seat di baris kedua. Kemungkinan ini untuk varian teratas dan konfigurasi tempat duduk menyatu di varian bawahnya. Di baris kedua ini ada juga AC double blower di bagian plafon kabin untuk kenyamanan. Bentuk dasbor kembali mengingatkan Staria. Head unit menyatu plus pengaturan AC digital. Jok kemungkinan berbahan fabric ditambah ambient lamp di beberapa titik.

Stargazer pastinya akan membawa fitur Hyundai Bluelink yang menjadi ciri khas saat ini. Terlihat dari tombol SOS di bagian atas konsol tengah sebagai akses mudah untuk layanan darurat yang ditawarkan Hyundai. Selain itu kemungkinan juga dilengkapi fitur Hyundai SmartSense cukup besar. Kalau selengkap di Creta, bisa berharap ada lane following assist, lane keeping assist, hill-start assist control, blindspot collision avoidance assist, rear cross traffic collision avoidance assist, rear view mirror, dan 6 airbag di seluruh kabin.

Lantas bicara harga, kemungkinan produk low MPV Hyundai ini bermain di kelas Rp200 jutaan sampai Rp300 jutaan. Terlihat dari daftar NJKB Stargazer yang bisa diakses di website resmi Samsat DKI Jakarta. Berdasarkan daftar tersebut terdapat kode Stargazer ACT15 4x2A dengan NJKB Rp164 juta. Jika melihat kode tersebut kemungkinan varian Active dengan mesin 1.5L penggerak 4×2 dan transmisi otomatis.

Lanjut ke kode Stargazer ACT 15 4x2M dengan NJKB sebesar Rp155 juta. Selanjutnya Stargazer PRM 15 4x2A dengan nilai NJKB Rp202 juta, Stargazer STY15 4×2 A dengan NJKB sebesar Rp189 juta. Masih ada Stargazer TRN 15 4x2A dengan nilai NJKB sebesar Rp176 juta dan Stargazer TRN15 4×2 M dengan nilai NJKB Rp167 juta. Kemungkinan kode PRM untuk Prime, STY untuk Style dan TRN untuk Trend. Sama seperti yang diberikan pada Creta. Salah satu informasi menarik lainnya adalah besaran NJKB Stargazer masih lebih rendah dibanding Creta. SUV Creta memiliki NJKB dengan besaran mulai Rp193 juta sampai Rp254 juta.

Kita tunggu saja informasi selanjutnya terkait produk ini. Kemungkinan Hyundai akan memperkenalkan produk ini secara resmi pada Juli-Agustus tahun ini. Bisa jadi pada pameran otomotif Agustus mendatang. (SETYO ADHI/EK)