politik-indonesia.com – MUNICH – BMW tahun ini mengembalikan nama CSL pada salah satu model mobil sport andalannya. Setelah dibumbui rumor dan berbagai spyshot, akhirnya BMW M4 CSL resmi diperkenalkan sebagai varian tertinggi dari coupe ini. Ini adalah kali pertama nama CSL kembali ke lini BMW, sejak terakhir kali dipakai pada M3 generasi E46.

Nama varian yang merupakan singkatan dari “Competition, Sport, Lightweight” ini mengandalkan bumbu peningkatan tampilan dan performa mendekati mobil balap untuk BMW M4. Hadirnya M4 CSL menegaskan posisinya yang lebih ganas sebagai mobil sport, di atas M2 CS dan M5 CS. Bahkan BMW klaim mobil ini menjadi produksi mereka yang terkencang saat digeber di Nurburgring Nordschleife.

Oleh BMW, spesifikasi M4 CSL utamanya mengandalkan pemangkasan bobot sehingga bisa memberikan performa sedekat mungkin seperti mobil balap. Di eksterior, terjadi diet masing-masing sebanyak 3,6 kg dari bagian seperti kidney grille raksasa, lampu belakang, karpet, dan AC otomatis. Secara tota M4 CSL mengalami penurunan bobot sampai 109 kg dari varian standarnya, identik seperti yang terjadi pada M3 CSL dulu.

Tentu terjadi sejumlah ubahan tampilan pada eksterior untuk mengimbangi dan menegaskan statusnya. Fascia depan mendapat grille dengan kisi-kisi yang lebih jarang, dengan imbuhan emblem ‘M4 CSL’. Bagian spoiler ditambahkan splitter untuk menambah downforce di bagian depan. Sementara grafis kuning pada LED DRL hadir sebagai identitas, disertai dua lubang pada kap mesinnya. Velg berdimensi ‘belang’ hadir, dengan diameter 19 inci di depan dan 20 inci di belakang, disertai ban Michelin Pilot Sport Cup 2 R.

Ubahan lain pada sisi body kit meliputi side skirt yang juga semakin besar, dengan trim warna mengikuti splitter depan yang diimbuhi strip merah. Ubahan terbesar ada pada bagian belakang, yang kini menampilkan ducktail besar untuk ikut tingkatkan downforce, bukannya sayap besar ala GT. Bentuk diffuser pun demikian, semakin besar mengikuti kebutuhan performa yang dibuat dari serat karbon. Jangan lupakan grafis lampu belakang yang baru sekaligus menandai debut BMW Laser.

Mesin enam silinder segaris 3.0 liter twin-turbo membengkak performanya, naik 40 hp dari sebelumnya, menjadi bertenaga 543 hp dengan torsi 649 Nm. Turbo boost meningkat dari 24,7 psi menjadi 30,5 psi. BMW hanya membuat M4 CSL dalam transmisi otomatis M 8-percepatan namun dengan penggerak roda belakang. Jadi walaupun purist tidak bisa mendapatkan transmisi manual, BMW masih berbaik hati menyediakannya hanya dalam penggerak roda belakang. Akselerasi 0-100km/jam dapat dicapainya dalam 3,6 detik.

Mengikuti bobot yang berkurang dan mesin yang mengganas, M4 CSL mendapat optimalisasi chassis. Ketinggian mobil turun 0,3 inci dari M4 Competition, sementara suspensi menggunakan zero-play ball joints di control arm. Traction control pun disetel ulang untuk CSL, dengan satu opsi dirancang untuk melakukan drifting yang terkendali, sementara lainnya untuk grip maksimal saat hot lap. Pengereman mengandalkan kaliper enam piston di depan dan kaliper floating piston tunggal di belakang.

Untuk interior, tentu saja kursi penumpang belakang dihilangkan demi menjadi lebih ringan. jok depan sendiri berubah menjadi bucket seat terbuat dari karbon. Selain maju/mundur, posisi kursi hanya bisa diubah ketinggiannya namun harus di bengkel saat akan dipakai track day memakai helm. Trim karbon semakin intens menghiasi bagian interior seperti di setir dan konsol tengah.

Hanya tiga opsi warna eksterior tersedia untuk BMW M4 CSL yaitu Brooklyn Grey Metallic, Alpine White, atau Black Sapphire Metallic. Mobil yang diciptakan untuk merayakan 50 tahun BMW M ini akan mulai diproduksi pada bulan Juli 2022, sementara harganya menyusul diumumkan.(WAHYU HARIANTONO)

Sumber: Carscoops

carvaganza.com.