politik-indonesia.com – JAKARTA – Kehadiran Chery Tiggo 7 Pro di IIMS 2022 yang lalu menarik perhatian publik. Pasalnya, industri otomotif nasional kehadiran lagi brand asal Tiongkok sehingga pilihan konsumen semakin banyak. Terutama menjadi pesaing terdekat Wuling Almaz RS yang kaya akan fitur canggih.Salah satu fitur yang menarik dari Chery Tiggo 7 Pro adalah Adaptive Cruise Control (ACC). Tentunya, teknologi ini bukan baru dalam industri kendaraan dan umumnya terpasang di mobil-mobil premium. Biasanya terpasang di mobil-mobil premium. Fitur – yang juga terdapat pada Wuling Almaz RS ini – memiliki sensor yang berfungsi mendeteksi jarak kendaraan terhadap mobil di depan dan mengatur kecepatan kendaraan untuk menjaga jarak ideal. Namun ada yang berbeda antara yang dimiliki Tiggo 7 Pro dengan Wuling Almaz RS.

Bagaimana cara kerja fitur Adaptive Cruise Control pada Chery Tiggo 7 Pro?

Sistem Adaptive Cruise Control bekerja dan diatur oleh radar dan kamera yang dipasang di sisi depan mobil. Umumnya, mobil-mobil di Indonesia hanya bisa menyetel kecepatan kendaraan dan mengikuti mobil di depannya dengan kecepatan di atas 30 km/h. Sehingga tidak aktif apabila berada di dalam kemacetan lalu lintas.

Namun, Tiggo 7 Pro milik perusahaan Tiongkok yang sebentar lagi mengaspal, diklaim mampu menjawab kebutuhan pengendara di kemacetan. Kecanggihan fitur ACC di Tiggo 7 Pro mampu mendeteksi dan mengatur jarak dengan mobil di depan. Bahkan ketika berada di bawah kecepatan 30 km/h (low speed follow). Tentu saja fitur ini sangat bermanfaat bagi kaum urban.

Lalu Tiggo 7 Pro juga memiliki Automatic Activate ACC. Sebuah fitur pelengkap yang biasa ditemui di mobil-mobil premium. Peranti ini bakal bekerja ketika mobil berhenti dan ketika mulai melaju. Pengemudi cukup menekan pedal gas dan ACC segera aktif kembali. Fitur pelengkap ACC ini terasa begitu praktis. Misal saat Anda sedang berkendara dan berhenti di lampu merah, kita tidak perlu khawatir apakah fitur ini akan mati atau tidak.

“Kami selalu mengawali pengembangan inovasi teknologinya dengan riset mendalam. Termasuk mempelajari karakter negara tujuan pemasaran serta sifat-sifat konsumen. Salah satu hasil riset Chery untuk pasar Tiggo 7 Pro adalah negara-negara yang padat kendaraan, sehingga penting bagi kami untuk memberikan solusi terbaik bagi pengguna. Salah satu solusi diberikan, yakni melalui fitur Adaptive Cruise Control di Tiggo 7 Pro. Sudah disempurnakan agar dapat disetel pada kecepatan rendah. Ini menjadi keuntungan bagi pemilik mobil yang kerap berada di tengah kemacetan,” jelas Tao Yong, President Director PT Chery Motor Indonesia (4/7).

Potensi kendaraan roda empat memiliki fitur ACC juga dinilai lebih tinggi. Hal ini diperkuat dari hasil survei yang dilakukan oleh Future Market Insights (FMI). Pasar Adaptive Cruise Control global diproyeksikan berkembang sebesar 12,7 persen selama periode antara 2022 dan 2032. Persaingan teknologi kendaraan dunia saat ini berlomba-lomba menyematkan fitur ini. Karena sangat membantu pengemudi, terutama di wilayah dengan pertumbuhan lalu lintas tinggi seperti di perkotaan. (ANJAR LEKSANA/EK)