politik-indonesia.com – Tes apa saja yang biasanya kamu hadapi ketika melamar pekerjaan? Salah satu jenis tes yang umum digunakan dalam proses rekrutmen adalah aptitude test.

Aptitude test dikenal juga sebagai tes bakat. Mungkin kamu lebih sering melihat tes bakat ini digunakan pada situasi pendidikan. Padahal, tes ini juga sering digunakan dalam dunia kerja.

Lalu, seperti apa penggunaan aptitude test di dunia kerja? Simak selengkapnya dalam artikel berikut.

Mengenal Aptitude Test

© badgerherald.com

American Psychologist Association mendefinisikan aptitude test sebagai instrumen penilaian yang dirancang untuk mengukur potensi memperoleh pengetahuan atau keterampilan.

Tes ini dianggap memberikan dasar untuk membuat prediksi untuk kesuksesan masa depan seseorang, terutama dalam situasi pendidikan atau pekerjaan.

Beberapa perusahaan menggunakan aptitude test untuk membantu membuat keputusan perekrutan. Tes ini disebut sebagai tes penilaian karier atau career assessment test.

Tujuan aptitude test ini adalah untuk membantu recruiter mempelajari lebih lanjut tentang kekuatan dan kelemahan calon karyawan.

Tes ini juga dapat digunakan dalam perusahaan untuk membuat keputusan promosi karier.

Di Indonesia, penggunaan tes bakat ini populer tidak hanya pada saat rekrutmen saja. Banyak pencari kerja, terutama fresh graduates yang mengikuti tes ini untuk menentukan jalur karier yang tepat.

Baca Juga: Mengenal DiSC Personality Test dan Tipe-Tipe Kepribadiannya

Jenis-Jenis Aptitude Test

© Questionpro.com

Ada berbagai macam aptitude test yang digunakan sebagai bagian dari psikotes kerja yang dilakukan dalam rekrutmen.

Berikut beberapa jenis aptitude test yang umum digunakan.

1. Tes penalaran numerik

Tes numerik ini adalah penilaian standar yang memberikan informasi kepada recruiter tentang bakat numerik umum kandidat.

Bakat yang dimaksud adalah kemampuan kandidat bekerja dengan data numerik di tempat kerja.

Tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan kandidat dalam membuat keputusan atau kesimpulan yang benar berdasarkan data numerik atau statistik.

2. Tes penalaran verbal

Jenis tes ini digunakan untuk mengukur pemahaman kandidat mengenai teks tertulis dan seberapa faktual kesimpulan yang diambil dari materi tersebut.

Tes penalaran verbal dapat membantu perekrut mengidentifikasi kandidat yang dapat memahami, menganalisis, dan membuat kesimpulan yang akurat dari materi tertulis, apa pun industri tempat mereka bekerja.

3. Tes penalaran induktif

Tes ini adalah salah satu jenis aptitude test yang paling umum digunakan dalam rekrutmen.

Kemampuan penalaran induktif memberikan informasi tentang kemampuan pemecahan masalah kandidat.

Tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan kandidat untuk bekerja secara fleksibel dengan informasi asing dan menemukan solusi.

Orang yang dapat mengerjakan tes ini dengan baik cenderung memiliki kapasitas yang lebih besar untuk berpikir secara konseptual dan analitis.

4. Tes penalaran mekanik

Indeed menyebut penalaran mekanik sebagai kemampuan untuk bekerja menggunakan alat. Kemampuan ini umumnya diperlukan untuk pekerjaan-pekerjaan yang menggunakan alat bantu.

Tes penalaran ini biasanya menargetkan dan menilai kompetensi kandidat terhadap konsep mekanis.

Selain itu, tes ini dapat membantu mengukur kapasitas bawaan kandidat dalam menggunakan prinsip-prinsip rekayasa aplikasi.

Biasanya, tes penalaran mekanik digunakan dalam proses perekrutan pada posisi pekerjaan yang berhubungan dengan proses teknikal.

Baca Juga: Mengenal Wartegg, Psikotes yang Kerap Digunakan Perusahaan untuk Saring Kandidat

5. Tes penalaran diagram

Tes ini dikenal juga sebagai tes penalaran abstrak. Tujuan umum tes ini adalah mengukur kemampuan kandidat untuk memahami bentuk dan ide abstrak dari ilustrasi yang diberikan.

Selain itu, tes ini digunakan untuk mengukur seberapa cepat kandidat dapat mengamati atau memahami aturan dari ilustrasi dan menerapkannya ke sampel baru untuk mendapatkan jawaban yang benar.

Tes ini dikenal menantang karena tidak akan menggunakan kata atau angka, melainkan ilustrasi yang menggambarkan berbagai bentuk, urutan, dan pola.

Setiap tahapan tes memiliki tingkat kesulitan yang berbeda.

Jenis tes bakat ini digunakan perekrut untuk mengetahui bagaimana kemampuan penalaran logis kandidat yang tidak terikat oleh keterampilan dan pengetahuan linguistik atau matematika.

Tes ini biasanya digunakan saat menyaring kandidat untuk posisi yang membutuhkan kemampuan pemecahan masalah dan inisiatif untuk bekerja.

6. Tes penalaran spasial

Penalaran spasial adalah kemampuan bawaan untuk mengingat dengan jelas bentuk atau pola dan menentukan kemungkinan pola yang sesuai dengan urutannnya.

Jenis aptitude test satu ini adalah tes nonverbal yang memberikan informasi tentang kemampuan kandidat untuk mengatur ulang, memutar, dan memanipulasi bentuk atau objek secara mental tanpa menyentuhnya secara fisik.

Kemampuan penalaran spasial penting untuk menyelesaikan masalah sehari-hari. Meski demikian, tes penalaran spasial lebih sering digunakan untuk seleksi kandidat pada posisi teknikal seperti bidang IT.

7. Tes penilaian situasional

Jenis tes bakat ini biasanya bertujuan untuk mengukur pemahaman kandidat dalam skenario tempat kerja tertentu.

Melalui tes ini, recruiter akan mendapatkan informasi seputar kemampuan problem solving kandidat.

Tes penilaian situasional adalah salah satu tes bakat yang paling umum digunakan dalam rekrutmen.

Perekrut akan mendapatkan informasi tentang kemampuan kandidat memecahkan masalah dalam situasi tertentu melalui tes ini.

Tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan kandidat dalam menangani situasi yang mungkin mereka hadapi dalam pekerjaan yang dilamar.

8. Tes penalaran logika

Penalaran logika adalah kemampuan pemecahan masalah umum yang berhubungan dengan pola dan bentuk.

Pada tes ini, perekrut akan mendapatkan informasi seputar kemampuan pemecahan masalah umum kandidat.

Tes ini dirancang untuk menilai kemampuan kandidat pada keterampilan seperti bagaimana menafsirkan pola dan hubungan antarbentuk.

Tips Mengerjakan Aptitude Test

Aptitude test adalah salah satu jenis psikotes yang dapat dipelajari. Ini karena yang dinilai dari aptitude test adalah kemampuan, dan kemampuan dapat ditingkatkan.

Kamu dapat mempersiapkan diri dengan mempelajari contoh-contoh soal aptitude test. Kamu dapat berlatih menentukan tes mana yang perlu dikuasai atau mengungkap area mana yang perlu dikerjakan.

Semakin sering kamu melatih diri dengan mengerjakan soal-soal aptitude test, kesempatanmu mendapatkan nilai yang tinggi pada tes ini akan semakin besar.

Baca Juga: 7 Tips Mempersiapkan Diri sebelum Menjalani Psikotes Kerja

Nah, itu dia yang perlu kamu ketahui dari aptitude test atau tes bakat. Selain tes bakat, perekrut juga menggunakan berbagai jenis psikotes lain seperti tes kepribadian untuk menyaring kandidat.

Namun, jangan khawatir, kamu hanya perlu mengerjakan rangkaian tes tersebut sebaik-baiknya. Terutama pada tes-tes tertentu yang tidak memiliki nilai benar atau salah.

Selain psikotes, kamu juga harus mempersiapkan diri untuk tahapan interview. Kamu bisa mempersiapkan diri dengan mencari tahu seputar pekerjaan dan industri yang dilamar.

Kamu bisa memulainya dengan berdiskusi dengan berdiskusi melalui forum seperti Glints Komunitas.

Glints Komunitas adalah forum tanya jawab tempat kamu bisa berdiskusi seputar dunia kerja. Ada berbagai profesional dan para pengguna Glints lainnya yang dapat menjadi teman diskusimu.

Yuk, daftar sekarang dan mulai berdiskusi dengan pengguna Glints lainnya!

Sumber

    What Is Aptitude?

    aptitude test

glints.com.