politik-indonesia.com – g src=”https://img.cintamobil.com/resize/600x-/2019/05/22/ZXn5Pos1/bahaya-nyetir-mobil-terlalu-lama-4-03f3.jpg”>

Mobil saat ini bukan lagi sebagai kebutuhan barang mewah bagi seseorang, namun seakan telah melebur menjadi kebutuhan pokok sehari-hari. Dengan mobil, Anda bisa beraktifitas dari satu tempat ke tempat lainnya.

Namun disatu sisi, karena populasi kendaraan ini yang meningkat tiap tahunnya, maka sesorang akan menghabiskan waktu lebih lama di dalam mobil. Kemacetan membuat Anda harus nyetir mobil lebih dari satu jam setiap harinya.

Dan tahukah Anda, ada bahaya nyetir mobil terlalu lama yang mengintai jika terus dibiarkan.

1. Kerja Otak Melemah

Penelitian membuktikan otak akan melemah akibat nyetir terlalu lama

Banyak penelitian yang telah membuktikan jika nyetir mobil terlalu lama akan membuat kerja otak melemah dan tingkat kecerdasan menurun. Seseorang yang nyetir 2-3 jam per hari ternyata memiliki daya kerja otak lebih rendah dibanding orang yang jarang atau tidak pernah mengemudikan kendaraan.

2. Berat Badan Naik

Berat badan akan naik jika sering nyetir mobil

Bahaya nyetir mobil terlalu lama juga bisa membuat Anda lebih gemuk. Karena alasan stres, sebuah penelitian juga telah menunjukkan jika seseorang yang nyetir mobil lebih dari 2 jam setiap harinya akan membuat bobot tubuh naik sekitar 2,5 kg dan lingkar pinggang 1,5 cm lebih lebar.

3. Mengganggu Tulang Belakang

Gangguan tulang belakang dipicu dari posisi duduk yang kurang baik

Mengemudikan mobil dalam waktu yang lama akan menimbulkan rasa nyeri pada bagian punggung, leher, dan pundak. Rasa nyeri ini muncul karena Anda terlalu lama duduk. Kondisi ini akan diperparah jika posisi duduk Anda ketika berkendara tidak tepat yang pada akhirnya akan mengganggu posisi tulang belakang Anda.

Guna mengurangi resiko bahaya nyetir mobil terlalu lama, maka sebaiknya Anda beristirahat tiap dua jam perjalanan. Dan saat istirahat lakukanlah peregangan pada tubuh sehingga otot dan tulang-tulang bisa kembali rileks.