politik-indonesia.com – Buang air kecil adalah sesuatu yang sehat. Namun, bagaimana jika kita terlalu sering buang air kecil ?

Penyebab sering buang air kecil bisa bervariasi. Ini bisa diakibatkan terlalu banyak minum, tetapi bisa juga menandakan adanya masalah kesehatan.

Lalu, berapa banyak frekuensi buang air kecil yang disebut terlalu sering?

Menurut Healthline, orang sehat buang air kecil sekitar empat hingga 10 kali per hari. Rata-rata frekuensinya biasanya enam hingga tujuh kali dalam periode 24 jam.

Namun, frekuensi buang air kecil juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, di antaranya usia, berapa banyak minum air, apa yang diminum, hingga kondisi medis tertentu, seperti diabetes atau infeksi saluran kemih.

Beberapa penyebab terlalu sering buang air kecil di antaranya:

1. Minum terlalu banyak

Melansir SELF, semakin banyak cairan yang kita asup, akan semakin banyak pula cairan yang keluar lewat air seni.

Kebutuhan air bersifat individual. Jadi, kamu mungkin membutuhkan lebih banyak atau lebih sedikit air daripada orang lain bergantung pada sejumlah faktor.

Setiap harinya, rata-rata orang dianjurkan minum setidaknya delapan gelas per hari atau sekitar 2 liter.

Untuk mengetahui kecukupan asupan cairan, kita bisa mengeceknya dari warna urine .

Urine yang berwarna kuning gelap menandakan kita mungkin kurang minum. Sebaliknya, urine yang berwarna jernih dan nyaris bening bisa sana menandakan kita terlalu banyak minum.

Penyebab ini jarang berbahaya. Namun pada kasus ini, mengurangi asupan air bisa membantu kita menurunkan jumlah bolak-balik ke kamar mandi.

2. Minum minuman diuretik

Minuman seperti kopi, soda dan teh bisa membuat kita lebih sering buang air kecil karena bertindak sebagai diuretik. Maksudnya, jenis-jenis minuman tersebut bisa meningkatkan urgensi untuk buang air kecil.

Diuretik bekerja dengan meningkatkan jumlah garam dan air yang keluar dari ginjal. Proses ini membuat kita lebih sering buang air kecil.

Meski begitu, mengurangi asupan cairan secara keseluruhan mungkin bisa membamtu untuk mengurangi frekuensi buang air kecil.

Selain mimuman, beberapa obat-obatan juga bisa bertindak sebagai diuretik.

3. Infeksi saluran kemih

Menurut WebMD, ini adalah penyebab paling umum dari sering buang air kecil.

Infeksi saluran kemih terjadi ketika bakteri menginfeksi ginjal, kandung kemih , atau saluran yang menghubungkan organ-organ tersebut satu sama lain dan ke luar tubuh.

Ketika menderita kondisi ini, kandung kemih akan membengkak dan tidak dapat menahan banyak urine.

Para penderita mungkin mengalami urine mereka berwarna keruh, berdarah, atau berbau aneh.

Penderita infeksi saluran kemih mungkin juga mengalami demam, menggigil, mual, dan nyeri di bagian samping atau bawah perut.

Dokter kemungkinan akan meresepkan antibiotik untuk menghilangkan infeksi.

4. Hamil

Pada trimester pertama kehamilan, volume darah wanita hamil akan meningkat, sehingga ginjal harus bekerja dengan kelebihan cairan yang masuk ke kandung kemih.

Kondisinini bisa berlanjut hingga trimester kedua.

Untuk mempersiapkan waktu kelahiran, bayi akan mulai bergerak ke bawah melalui panggul wanita yang hamil. Kondisi ini akan memberi beban lebih pada kandung kemih.

Seorang ibu hamil tidak hanya berpotensi mengalami buang air kecil lebih sering, tetapi juga bisa mengeluarkan sedikit urine ketika melakukan hal-hal seperti tertawa, bersin, atau mengangkat barang.

Jika mengalami masalah ini, disarankan untuk menggunakan panty liner untuk menghindari pakaian dalam basah oleh urine.

Jika khawatir dengan jumlah urine, berkonsultasilah dengan dokter untuk memastikan itu bukan cairan ketuban.

5. Fibroid rahim

Fibroid rahim adalah pertumbuhan jaringan non-kanker di dalam atau luar rahim dan banyak dialami oleh wanita usia subur.

Kondisi ini terkadang membuat penderitanya lebih sering buang air kecil, terutama ketika fibroid menjadi lebih besar dan menekan kandung kemih.

Fibroid juga dapat menyebabkan perdarahan hebat, nyeri haid, nyeri saat berhubungan seks, komplikasi selama kehamilan dan persalinan, hingga bahkan masalah kehamilan.

6. Kandung kemih terlalu aktif

Pada kondisi ini, seseorang akan sulit mengontrol keinginannya untuk buang air kecil.

Ketika cairan menumpuk di kandung kemih, sinyal saraf dari kandung kemih ke otak biasanya memicu otot dasar panggul dan otot uretra untuk rileks.

Kondisi ini memungkinkan kandung kemih berkontraksi dan mengeluarkan urine.

Memiliki kandung kemih yang terlalu aktif dapat membuat otot-otot di kandung kemih tanpa sengaja berkontraksi, bahkan saat kandung kemih tidak penuh.

Kandung kemih yang terlalu aktif bisa disebankan oleh beberapa kondisi medis, termasuk memiliki kelainan neurologis seperti stroke, kelainan kandung kemih seperti tumor, atau asupan kafein atau alkohol yang berlebihan, antara lain.

Untuk mengatasinya, kita perlu mencari tahu penyebab yang mendasarinya terlebih dahulu.

7. Interstitial Cystitis

Pada dasarnya, interstitial cystitis adalah kondisi ketika “kabel” di dalam tubuh kita menyilang dan memberi tahu otak bahwa kita perlu buang air kecil saat kandung kemih penuh. Padahal, tugas ini seharusnya dilakukan oleh saraf panggul.

Seiring dengan kebutuhan buang air kecil yang terus-menerus, bahkan jika kita hanya mengeluarkan cairan dalam jumlah kecil, kondisi ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan saat kandung kemih terisi, nyeri di panggul atau di antara vagina dan anus, serta nyeri saat berhubungan seks.

Meskipun tidak dapat disembuhkan, interstitial cystitis dapat dicoba untuk diobati dengan terapi fisik untuk meredakan nyeri panggul, pelatihan kandung kemih, konsunsi obat untuk mengendurkan kandung kemih dan mengurangi ketidaknyamanannya, dan banyak lagi.

8. Konsumsi makanan dan minuman yang mengiritasi kandung kemih

Kopi, alkohol, teh, minuman berkarbonasi, makanan pedas, buah jeruk, produk berbahan tomat, dan coklat semuanya dapat menyebabkan iritasi kandung kemih.

Penyebabnya, makanan dan minuman tersebut bisa bersifat asam, yang pada akhirnya dapat mengiritasi kandung kemih.

Namun, hal ini tentu tidak terjadi pada semua orang.

9. Gangguan fungsi dasar panggul

Dasar panggul adalah sekelompok otot yang membentuk struktur tipe selempang yang penting untuk menopang berbagai organ di panggul, termasuk kandung kemih dan uretra.

Ada berbagai jenis gangguan fungsi dasar panggul.

Gangguan dasar panggul yang menyebabkan sering buang air kecil dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti melahirkan atau penuaan.

10. Diabetes

Penderita diabetes, baik tipe 1 maupun tipe 2, mungkin lebih sering buang air kecil.

Hal itu terjadi karena kelebihan gula dapat menumpuk di darah, yang pada akhirnya membuat ginjal bekerja lebih banyak untuk menyaring dan menyerapnya.

Ketika ginjal tidak dapat menangani beban ekstra ini, gula akan masuk ke dalam urine bersama dengan cairan dari jaringan-jaringan lain dan itu membuat penderita diabetes harus lebih sering buang air kecil.

11. Kapasitas kandung kemih kecil

Rata-rata kandung kemih dapat menampung antara 1,5 hingga 2 cangkir cairan sekaligus. Namun, beberapa orang memiliki kapasitas kandung kemih yang lebih kecil dan hanya bisa menampung cairan kurang dari itu.

Hal itulah yang menyebabkan pemilik kandung kemih kecil lebih sering buang air kecil.

Namun, kasus ini cenderung jarang terjadi dibandingkan kasus sering buang air kecil karena penyebab lainnya.